EmitenNews.com - Watiga Trust Ltd mengarungi saham mantan emiten sejuta umat Bumi Resources (BUMI). Perusahaan investasi asal Singapura itu, setidaknya menyapu bersih 7.716.639.554 lembar alias 7,71 miliar lembar. 


Transaksi setara 5,99 persen itu, dilakukan pada Jumat, 3 Juni 2022. Sayangnya, transaksi tersebut berselimut misteri. Pasalnya, aksi beli tersebut tidak dilengkapi daftar harga, tujuan transaksi, dan nilai pembelian. Nah, salah satu clue atau petunjuk untuk membuka selubung aksi senyap itu, yaitu gerak saham emiten tambang batu bara di bawah panji Bakrie Group tersebut. 


Per 3 Juni 2022, kala transaksi beli itu digeber, harga saham perseroan berayun di k?saran Rp57 per lembar. Mengacu harga itu, berarti aksi borong saham oleh Watiga Trust bernilai Rp439,84 miliar. Kalkulasi itu, sangat mungkin berubah. Itu mengingat harga saham tidak bisa dijadikan ukuran satu-satunya. Bisa saja, Watiga Trust membeli saham Bumi Resources dengan harga diskon atau bahkan mungkin lebih tinggi dari harga pasar. 


Per 30 April 2022, pemegang saham Bumi Resources antara lain HSBC-Fund SVS A/C 14,84 miliar lembar setara 11,8 persen, NBS Clients 7,71 miliar lembar alias 6,13 persen, Barclays Capital 6,46 miliar lembar setara 5,14 persen, Long haul Holding Ltd 3,08 miliar lembar atau 2,44 persen. 


Berdasar pada daftar pemegang saham itu, Watiga Trust Ltd sepertinya memborong saham NBS Clients. Itu bisa ditelisik dari koleksi saham yang dimiliki Watiga Trust Ltd sama persis dengan porsi kepemilikan NBS Clients. Kepastiannya, harus menunggu konfirmasi dari NBS Clients.


Sekadar informasi, tahun lalu Watiga Trust Ltd, perusahaan pengelola dana, dan didirikan Matthew Paul Richards atau biasa disapa Matt Richards. April tahun lalu, Watiga Trust memborong 537.796.300 lembar atau setara 7,14 persen saham Matahari pada harga Rp404 per saham sekitar Rp217,27 miliar.


Sebelumnya, pada 9 April 2021, Watiga Trust tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama emiten properti Jaya Real Property (JRPT). Watiga Trust menggenggam 1,92 miliar lembar atau 14,03 persen. (*)