EmitenNews.com - Pelita Samudera Shipping (PSSI) membidik peningkatan pendapatan 43 persen hingga pengujung 2021. Artinya, pendapatan menjadi USD97,8 juta dari periode sama tahun lalu USD68,4 juta. Proyeksi itu, selaras dengan lompatan harga batubara. 


”Ya, pemicunya lonjakan harga batubara, dan pembukaan aktivitas ekonomi,” tutur Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (20/10).


Harga batubara di pasar ICE Newcastle, kemarin ditutup melemah 6 persen menjadi USD220,9 per ton. Padahal, awal Oktober 2021, sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di kisaran USD280 per ton. Untuk menggenjot kinerja tahun depan, perusahaan akan menambah sejumlah armada. Tahun ini, perseroan fokus utilisasi, dan pemanfaatan armada eksisting karena banyak volume ekspor. 


Berdasar rencana, penambahan armada dilakukan awal 2022 yaitu TnB (kapal tunda dan tongkang) sebanyak 3-5 set. Dana pembelian armada baru itu, dari belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar USD20-30 juta tahun depan. ”Alokasi belanja modal mayoritas untuk penambahan armada. Proyeksi kinerja tahun depan akan lebih stabil dibanding tahun ini karena perusahaan sudah mulai memasuki bisnis nikel, dan bauksit secara berkelanjutan,” tegasnya.


Perseroan telah memfinalisasi pemisahan (spin-off) segmen usaha pengangkutan kapal kargo curah. Itu menyusul restu pemegang saham via rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/10). Pemisahan itu, telah melalui kajian, proses panjang mengacu pada ketentuan, dan peraturan berlaku. 


Menyusul pemisahan itu, diharap pengembangan, pengelolaan aset dapat lebih intensif, dan lebih optimal. Dengan begitu, kedua perusahaan, baik perseroan sebagai induk maupun entitas anak, dapat berkontribusi lebih baik kepada seluruh pemangku kepentingan perseroan. Proses pemisahan itu, dilakukan dengan memindahkan enam unit kapal kargo curah besar atau mother vessel (MV) milik perseroan, berikut persediaan, dan pinjaman terkait pemisahan ke entitas anak berlabel Pelita Global Logistik (PGL).


Tidak menutup kemungkinan PGL akan menawarkan saham perdananya alias initial public offering (IPO) apabila kajian selesai, dan menyatakan siap. Saat ini, perseroan tengah menjajaki pasar dengan para investor strategis untuk pengembangan segmen usaha pengangkutan kapal kargo curah tersebut. (*)