5 Saham Didapuk UMA: TPIA, CUAN, hingga PACK Ambruk Berjamaah
:
0
Ilustrasi downtrend.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan lima saham ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) karena adanya pergerakan harga dan aktivitas perdagangan yang tidak wajar.
Kelima saham tersebut adalah PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO), PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).
Pengumuman UMA disampaikan BEI pada Selasa, 20 Mei 2026. Berdasarkan data perdagangan, empat dari lima saham tersebut berlangsung melemah pada intraday Rabu (20/5).
Saham-Saham Prajogo Pangestu hingga Haji Isam Lanjut Melemah
TPIA turun paling dalam 13,78% ke Rp2.690, diikuti sister company CUAN yang mengekor jatuh 5,38% ke Rp615, lalu saham konglomeeasi yang baru-baru ini dihajar kanan 21,12 persen Haji Isam yakni, PACK turun 6,49% ke Rp346.
Kemudian saham BANK turun 4,74% ke Rp362. Sementara itu, saham SGRO justru menguat 6,88% ke Rp2.950.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan mengatakan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Endra dalam keterangan tertulisnya, Selasa 19 Mei 2026.
Endra menambahkan, informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah data per 13 Mei 2026 yang dipublikasikan di website BEI. Informasi itu meliputi laporan kepemilikan saham CUAN, rencana penyelenggaraan public expose tahunan BANK, serta laporan bulanan registrasi pemegang efek SGRO.
BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan apabila belum mendapat persetujuan RUPS.
Related News
BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,51T, Melesat Hampir 40 Persen
Kembali Kurangi Porsi, Putrasakti Kini Hanya Kuasai 34,24% Saham KDTN
Jadi Preskom, Sandiaga Uno Lihat Ini Prospek Mutuagung Lestari (MUTU)
7 September BUMN Baja (KRAS) Ubah Pengurus, Ini Manajemen Sekarang
EMAS Belanja Alat & Mesin Senilai RMB1,02 Miliar dari Perusahaan China
BUMN ADHI Digembok, Peringkat Turun Buntut Gagal Bayar Bunga Obligasi





