ADB Sarankan Pemerintah Pertahankan Kebijakan Desentralisasi, Tolak Resentralisasi
:
0
Sudut Kota Bogor Dok RRI.
EmitenNews.com - Senior Economist Asian Development Bank (ADB) Priasto Aji menyarankan pemerintah Indonesia mempertahankan kebijakan desentralisasi dan menolak seluruh upaya resentralisasi. ADB mencatat Indonesia mencapai kemajuan signifikan dalam kesejahteraan, meski ketimpangan nasional juga meningkat.
"Kami mempunyai saran implikasi kebijakan terkait desentralisasi fiskal, ketimpangan dan kemiskinan. Pertama, Indonesia harus mempertahankan kebijakan desentralisasi dan menolak upaya resentralisasi," kata Priasto Aji dalam Webinar, Rabu (10/8/2022).
Kajian ADB mencatat, selama beberapa tahun terakhir, Indonesia mencapai kemajuan yang signifikan dalam kesejahteraan, namun ketimpangan nasional juga meningkat.
"Pertumbuhan ekonomi stabil, pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan tetapi ketimpangan nasional juga meningkat," ujarnya.
Menurut Priasto Aji, pemerintah perlu membantu daerah-daerah dengan pendapatan per kapita rendah, daerah dengan ketimpangan tinggi dan tingkat kemiskinan untuk meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi pusat. Termasuk membantu sumber daya alam manusia, keuangan, sosial dan kelembagaan di daerah.
Priasto Aji menuturkan bahwa efek desentralisasi terhadap ketimpangan regional masih menjadi perdebatan. Di satu sisi desentralisasi dianggap melemahkan peran pemerataan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Di sisi lain, desentralisasi mampu meningkatkan tingkat efisiensi alokasi sumber daya dan memungkinkan pemaksimalan utilitas oleh public agents. ***
Related News
Emas Dunia Menguat Sepekan, Antam Ikut Naik Rp8.000
Permintaan Aset Aman Naik, Harga Emas Melonjak
Khawatir Demokrat Perketat Aturan AI, Kontrak Berjangka AS Merosot
Harga Minyak Dunia Diproyeksi Anjlok 12 Persen Sepekan
Sektor Manufaktur Triwulan III 2026 Ekspansi, IKBM Tembus 52,75
Pasar Saham AS Alami Hari Terburuk dalam 19 Bulan Terakhir





