Adira Finance (ADMF) Jajakan Obligasi Rp2 Triliun, Berikut Jadwalnya
:
0
Pengurus Adira Dinamika Finance pada suata kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Adira Dinamika Finance (ADMF) bakal menawarkan obligasi senilai Rp2 triliun. Surat utang tahap IV itu, merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan VI dengan target Rp9 triliun. Nah, surat utang tersebut akan menyapa pemodal dalam tiga seri.
Seri A sebesar Rp785 miliar dengan bunga 6,45 persen per tahun berdurasi 370 hari. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh saat jatuh tempo. Lalu, deri B senilai Rp815 miliar berbunga 6,70 persen per tahun dengan durasi 36 bulan.
Selanjutnya, seri C sejumlah Rp400 miliar dengan bunga 6,80 persen per tahun dengan jangka 60 bulan terhitung sejak tanggal emisi. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran pertama masing-masing seri dilakukan pada 10 Januari 2025.
Sedang pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pada 20 Oktober 2025 untuk seri A, tanggal 10 Oktober 2027 untuk seri B, dan tanggal 10 Oktober 2029 untuk seri C yang juga merupakan tanggal pelunasan dari masing-masing seri pokok obligasi.
Jadwal obligasi menjadi sebagai berikut. Masa penawaran umum pada 3-7 Oktober 2024. Penjatahan pada 8 Oktober 2024. Pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 10 Oktober 2024. Dan, pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Oktober 2024.
”Seluruh dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi VI Tahap IV, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen sehubungan dengan kegiatan usaha perseroan,” tegas Manajemen Adira Finance. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





