EmitenNews.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) menjadi pemimpin pertumbuhan sektor properti pada Semester I-2026. Keduanya mencatatkan kinerja yang melesat, didukung percepatan monetisasi di kawasan PIK 2 yang saat ini menjadi katalis utama sektor.

Sebaliknya, mayoritas pengembang konvensional masih menghadapi tekanan. Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas, penurunan laba bersih terjadi pada emiten besar seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON). Dari sisi pendapatan, sebagian besar juga melambat seiring perlambatan pengakuan penjualan.

"Kontras kinerja ini mencerminkan polarisasi sektor properti, dengan emiten berorientasi kawasan premium dan penjualan lahan mampu mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi dibanding developer konvensional," tulis catatan Riset BRI Danareksa Sekuritas.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa emiten justru mencatat pertumbuhan tinggi. PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) diuntungkan booming lahan industri dan data center. Sementara PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) dan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berhasil mendongkrak laba melalui efisiensi dan monetisasi aset.

Daftar Lengkap Kinerja 14 Emiten Properti 1H-2026 Vs 1H-2025

Per 30 Juni | Diurutkan berdasarkan Laba Bersih Semester-I 2026

1. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK)  

   Laba 1H26: Rp1,68 Triliun vs 1H25: Rp0,52 Triliun | +225,49% YoY. 

   Pendapatan 1H26: Rp2,20 Triliun vs 1H25: Rp1,20 Triliun | +84,18% YoY

2. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI)