Akhir Februari Nihil, 8 Perusahaan Merapat IPO
Main Hall perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: aseanexchanges.
EmitenNews.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan hingga 20 Februari 2026 belum terdapat perusahaan yang mencatatkan saham di BEI sepanjang tahun berjalan.
“Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat 0 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp0,00 triliun. Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dikutip Senin (23/2/2026).
Dijelaskan Nyoman, dari sisi klasifikasi aset merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, komposisi para pengantre IPO kuartal ini terdiri dari 0 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), 3 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar), serta 5 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).
Sementara berdasarkan sektor, rinciannya sebagai berikut:
2 perusahaan dari sektor Bahan Baku
0 perusahaan dari sektor Barang Konsumen Siklikal
1 perusahaan dari sektor Barang Konsumen Non-Siklikal
1 perusahaan dari sektor Energi
2 perusahaan dari sektor Keuangan
0 perusahaan dari sektor Kesehatan
1 perusahaan dari sektor Perindustrian
0 perusahaan dari sektor Infrastruktur
0 perusahaan dari sektor Properti dan Real Estat
0 perusahaan dari sektor Teknologi
1 perusahaan dari sektor Transportasi dan Logistik
Data tersebut menunjukkan pipeline pencatatan saham saat ini masih didominasi oleh perusahaan skala besar, dengan sebaran sektor yang relatif terkonsentrasi pada bahan baku dan keuangan. Jumlah tersebut bertambah satu perusahaan dibandingkan pipeline yang diumumkan pada 19 Januari lalu yang mencatatkan tujuh calon emiten.
Related News
BEI Resmikan SPPA untuk Kuotasi Repo, Transaksi Tembus Rp751,6 Triliun
9 Saham Terpapar HSC, BEI Minta Emiten Segera Bertindak
Riuh Perang Timur Tengah, Ruang Penurunan BI Rate Makin Tertutup
Jaga Kepercayaan Masyarakat, OJK Cabut Izin Usaha Bank di Sumbar
Kelangsungan Usaha Tak Jelas, BEI Suspensi Perdanganan Saham SKYB
Reformasi Berjalan, FTSE Pertahankan Status Bobot Indeks BEI





