Akselerasi Bisnis Baru, Manajemen Zebra Nusantara (ZBRA) Lakukan Ini

10/05/2021, 09:27 WIB

Akselerasi Bisnis Baru, Manajemen Zebra Nusantara (ZBRA) Lakukan Ini

EmitenNews.com - PT Zebra Nusantara (ZBRA) berkomitmen mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Itu setelah PT Dos Ni Roha (DNR) atau DNR Corporation masuk dalam tubuh manajemen. Ke Depan, Zebra mengembangkan konsep bisnis integrated end-to-end supply chain solution via DNR.


Itu dilakukan bersama unit usaha yaitu DNR Distribution, iStoreiSend Indonesia (SSI), MTG, DPORT, dan juga BIG. Pada praktisnya, DNR Distribution fokus pada layanan distribusi mencakup ritel offline dan online pada semua kategori produk termasuk wholesale medical distribution. 


Selanjutnya, iStoreiSend Indonesia (SSI) memberikan solusi e-logistics dan e-fulfillment menghadirkan pusat multi-gudang. Mengombinasikan antara layanan gateway dan e-fulfillment terintegrasi dengan sistem digital Warehouse Management System (WMS) untuk memenuhi kebutuhan e-commerce.


Melalui salah satu anak usaha MTG, perusahaan menyediakan layanan logistik yakni jasa pergudangan dan freight forwading. Kemudian melalui Ipanganan.com, menyajikan, dan melayani pengiriman berbagai kebutuhan sembako. ”Ada lagi Digital Transportasi (DPORT) akan membantu jasa pengiriman supaya lebih efisien, dan masih banyak lagi bisnis perusahaan akan berkontribusi terhadap kinerja Zebra,” tutur Direktur Utama Zebra Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, di Jakarta, Jumat (7/5). 


Pria akrab disapa Rudy Tanoe itu menegaskan, Zebra sudah bukan perusahaan bidang transportasi atau taksi. Bisnis Zebra akan berkembang menjadi perusahaan one stop shopping dari hulu hingga hilir. ”Kami punya kekayaan jaringan dan infrastruktur tersebar seluruh indonesia, dari Aceh sampai Papua. Berbekal itu, kami optimistis menjadi perusahaan besar dapat menopang jaringan distribusi secara nasional,” tegas Rudy.


DNR, perusahaan kuat dengan kinerja solid. Sepanjang 2020, DNR sukses mencetak laba Rp287 miliar dengan ekuitas Rp1,06 miliar. Tahun ini, perusahaan mematok pertumbuhan laba sekitar 20-30 persen. ”Nanti kalau sudah dikelola Zebra, pasti kinerja DNR akan mencerminkan Zebra,” ulas Rudy.


Sekadar informasi, Zebra mendapat notasi khusus (notasi E) dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Tanda negatif itu karena Zebra memiliki ekuitas negatif. ”Setelah nanti terkonsolidasi (DNR-ZBRA), sudah pasti ekuitas Zebra tidak lagi negatif,” tegasnya.


Author: J S