EmitenNews.com - Indeks Nikkei 225 merosot 2 persen hingga jatuh ke bawah level 68.000 pada perdagangan pasca-liburan Selasa (13/10). Penurunan ini memperpanjang tren koreksi bursa saham Jepang selama empat sesi berturut-turut, mengekor aksi jual tajam pada sektor teknologi di Wall Street semalam.

Melemahnya bursa kawasan Asia Pasifik ini berpotensi memberikan sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia.

"Booming AI telah menarik investor yang strateginya menyerupai perjudian," kata CEO Broadcom Hock Tan sebagaimana dikutip dari Trading Economics pada Selasa (13/10).

Sektor teknologi menghadapi tekanan jual yang berat akibat meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap perdagangan kecerdasan buatan (AI). Para investor kini menilai kembali prospek belanja modal di tengah tren kenaikan biaya pinjaman global.

"AI sebagai gelembung klasik yang mendekati potensi pecah karena suku bunga naik dan investor berupaya mengubah kekayaan menjadi uang tunai," ujar miliarder Ray Dalio sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Selasa (13/10).

Tekanan tersebut memicu kerugian signifikan pada saham-saham teknologi dan emiten berbasis AI di Jepang. Kioxia Holdings memimpin penurunan dengan merosot 9,3 persen, disusul SoftBank Group yang terkoreksi 7 persen, Taiyo Yuden melemah 5,6 persen, Advantest turun 5,3 persen, serta Tokyo Electron yang terkikis 4,5 persen.

Bagi pasar keuangan Indonesia, guncangan pada emiten berbasis teknologi global ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor domestik, terutama terhadap pergerakan saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.(*)