EmitenNews.com—PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mengaku yakin dapat melanjutkan tren positif kinerja keuangannya pada tahun ini. Tren tersebut telah berhasil dijaga dalam beberapa tahun terakhir, dan optimistis dapat dilanjutkan di sepanjang tahun 2022 ini.

Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah eksi ekspansi yang telah disiapkan perusahaan. Salah satunya rencana akuisisi di sektor non organik pada triwulan IV-2022, yang kini sedang dalam proses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


"Jika izin ini sudah kita dapat, maka (akuisisi) bisa diselesaikan di Desember 2022," tulis manajemen IRRA, dalam keterangan resminya, Rabu (21/9/2022).

Selain itu, IRRA juga telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan alat kesehatan terkemuka, seperti dengan PT Medtronic Indonesia, yang merupakan produsen produk medis berteknologi dan beroperasi di lebih dari 150 negara lintas dunia. Kerjasama disepakati dalam hal pemasaran dan promosi produk milik Medtronic oleh IRRA di pasar wilayah Indonesia.


"Produk yang dipasarkan berupa mesin diatermi generasi terbaru yang penggunaannya mencakup seluruh spesialisasi bedah seperti bedah ginekologi, bedah digestive (saluran cerna), bariatric (obesitas), bedah umum, bedah urologi, bedah THT dan bedah jantung," tulis manajemen.

Keyakinan perusahaan, disebutkan, juga didasarkan pada potensi pasar alat kesehatan (alkes) di Indonesia yang diklaim masih menjanjikan. Hal ini seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan dan bertambahnya jumlah fasilitas layanan kesehatan di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada 2021, jumlah rumah sakit di Indonesia mencapai 3.112 unit dan puskesmas sebanyak 10.260 unit. Jumlah tersebut belum ditambah dengan ribuan klinik yang berada di seluruh pelosok negeri.


Pertumbuhan jumlah rumah sakit pada 2021 dilaporkan mencapai 5,17 persen dibandingkan jumlah di 2020 (year on year/YoY). Tren pertumbuhan diperkirakan masih berlanjut untuk 2022 dan berimbas pada permintaan alat kesehatan yang diyakini juga bakal meningkat signifikan.

Tercatat hingga Juli 2022, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan bahwa jenis produk alat kesehatan dari luar negeri yang beredar di Indonesia mencapai 154.041 atau sekitar 87,3 %. Sedangkan jenis alkes dari produk lokal yang beredar hanya 22.422 atau 12,7 %.

Sementara itu data yang disajikan Sekretariat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI memperlihatkan pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan yang terus meningkat, yakni dari 193 perusahaan pada 2015 menjadi 891 perusahaan pada 2021. Dan dalam lima tahun terakhir, industri manufaktur alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat 361,66%.