EmitenNews.com – Perusahaan tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) harus puas dengan catat kinerja kuartal III tahun 2021 yang mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari laba bersih yang merosot 31,08 persen jadi senilai USD57,294 juta  dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat senilai USD83,071 juta.

 

Merujuk laporan keuangan ARCI yang disampaikan kepada BEI, Jumat (29/10/2021), termaktub pendapatan dari kontrak dengan pelanggan menyusut 14,18 persen menjadi USD236,51 juta. Rincinya, penjualan luar negeri anjlok 35,66 persen menjadi USD175,66 juta. Sedangkan penjualan dalam negeri melonjak 2.900 persen menjadi USD60,85 juta.

 

Hanya saja, beban pokok penjualan membengkak 20,72 persen menjadi USD134,08 juta. Akibatnya, laba kotor turun 37,42 persen menjadi USD102,42 juta. Sehingga, laba per saham dasar turun menjadi USD0,0023, sedangkan akhir September 2020 senilai USD0,0352.

 

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 13,66 persen menjadi USD682,09 juta, karena modal disetor melonjak 187,87 persen menjadi USD95,722 juta. Adapun jumlah liabilitas tercatat turun menjadi USD468,25 juta dari sebelumnya USD505,89 juta, meskipun ekuitas meningkat menjadi USD213,84 juta per 30 September 2021 dari akhir tahun 2020 USD94,34 juta.

 

Patut diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi mencapai USD114,17 juta, atau naik 28,08 persen dibandingkan kuartal III 2020 yang tercatat sebesar USD89,101 juta.