AMMN Genjot Pengeboran di NTB, Perkuat Cadangan Tembaga dan Emas
:
0
Ilustrasi PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Dok. Amman Mineral Internasional.
EmitenNews.com - Perkuat cadangan tembaga dan emas PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terus menggenjot pengeboran di Blok Batu Hijau, dan Elang, di wilayah Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Perseroan resmi merilis laporan kegiatan eksplorasi melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), di wilayah Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Perseroan menyebutkan, seluruh rangkaian eksplorasi oleh emiten pertambangan tembaga dan emas ini dilaksanakan oleh Manajer Eksplorasi AMNT bersama kontraktor pengeboran PT Minera Nusa Drillindo dan laboratorium pengujian PT Intertek Utama Service. Ke depan, AMNT berencana melanjutkan pengeboran di Prospek Katala, Air Merah, serta deposit Elang dengan mengerahkan sejumlah rig pengebom.
Dalam laporan periode Triwulan III 2026 melalui pengeboran yang berlangsung sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 itu, perseroan mencatat total pengeluaran eksplorasi mencapai sekitar USD3,06 juta. Fokusnya pada kegiatan operasional di wilayah Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dari laporan diketahui aktivitas eksplorasi pada triwulan ini difokuskan pada dua wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), yaitu Blok I (Batu Hijau) dan Blok II (Elang). Selain itu, tidak ada aktivitas lapangan maupun pengeluaran biaya eksplorasi yang dilakukan di Blok III (Rinti) dan Blok IV (Lampui).
Pada Blok I Batu Hijau, pengeluaran biaya eksplorasi tercatat sebesar USD304 ribu untuk mengevaluasi mineralisasi tembaga dan emas (Cu-Au) serta potensi sumber daya. Kegiatan di Blok I mencakup Prospek Katala di bagian timur Pit Batu Hijau dan Prospek Air Merah di bagian barat pit.
Pada area tersebut, AMNT menyelesaikan dan melanjutkan pengeboran 4 lubang bor dengan total kedalaman 1.712,8 meter, yang terdiri atas 3 lubang di Katala dan 1 lubang di Air Merah. Program ini juga mencakup pemetaan geologi seluas 66 hektare di Air Merah serta pengiriman 500 contoh inti bor dan 112 contoh batuan ke laboratorium pengujian.
Porsi terbesar anggaran eksplorasi dialokasikan untuk Blok II Elang dengan total biaya mencapai USD2,75 juta. Pengeboran di Blok II untuk menyempurnakan model geologi, menambah data, serta meningkatkan tingkat kepercayaan klasifikasi sumber daya mineral.
Di Blok II, pengeboran inti dilakukan pada 5 lubang bor dengan total kedalaman 3.349,1 meter, meliputi pengeboran infill sumber daya di deposit Elang dan pengeboran eksplorasi di Gerbang Timur.
Di luar itu, pemetaan geologi mencakup area seluas 113 hektare di Gerbang Timur dan Sebu Timur dengan total 1.315 contoh inti bor dan 138 contoh batuan yang dikirim ke laboratorium. ***
Related News
Kurangi Porsi, Sang Dirut Kini Hanya Kuasai 10,34 Persen Saham PPRI
Road to DTIIF 2026, Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional
CYBR Ungkap Ancaman Siber Meningkat Seiring Tren Penggunaan AI
ANTM Habiskan Rp134,4M untuk Berburu Cadangan Emas, Nikel, dan Bauksit
Saham TRIN Mejeng di Urutan Pertama Top Losers usai Rahayu Mundur
Buat Bayar Utang, TBIG Terbitkan Obligasi Rp2,37 Triliun





