Analis Market (02/02/2021) : IHSG Diperkirakan Melanjutkan Penguatan Dengan Support Resistance 6000-6100
EmitenNews.com – Riset harian Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebutkan, mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+1.55%), TOPIX (+1.16%), HangSeng (+2.14%) dan CSI300 (+1.23%) naik iringi indeks berjangka AS yang naik. Yuan tergelincir di tengah data ekonomi beragam dan setelah Bank Rakyat China menyuntikkan dana dalam upaya untuk menghindari tekanan likuiditas sebagai upaya meredakan krisis keuangan.
IHSG (+3.50%) sebesar 205.19 poin kelevel 6067.54 dengan saham-saham pada sektor pertambangan (+6.67%), industri dasar (+6.58%) dan Infrastruktur (+4.96%) menjadi motor penguatan IHSG yang sangat optimis diawal pekan. Data Indeks Kinerja Manufaktur Indonesia naik cukup optimis kelevel 52.2 dari 51.3 dan tingkat inflasi yang masih terpantau turun dibulan Januari memberikan spekulasi adanya penurunan suku bunga lanjutan dari Bank Indonesia. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar 567.03 Miliar rupiah disaat investor domestik lakukan aksi beli.
Indeks saham Eropa membuka perdagangan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+1.23%), FTSE (+0.72%), DAX (+1.16%) dan CAC40 (+1.05%). Perusahaan tambang perak memimpin penguatan. MSCI Asia Pacific Index naik 1,7%, kenaikan terbesar dalam tiga minggu. Perak berjangka naik 6,9% menjadi $ 28,83. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,5% menjadi $ 52,45 per barel. Selanjutnya investor akan memperhatikan data laporan keuangan yang mulai rilis sembari menunggu data pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang akhir pekan ini.
Secara teknikal IHSG berhasil rebound tepat dilevel ideal target wave 4 pada rasio fibonacci 38.2% kisaran 5830. Indikasi optimis setelah IHSG berhasil kembali diatas level psikologis 6000. Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dan MACD bergerak divergence positif dari area undervalue. IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan support resistance 6000-6100. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACST, ADRO, ASII, GMFI, HMSP, IMAS, INDF, MAIN, MNCN, PGAS
Related News
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia
Efek Domino Laba UNTR 2025, Arah Bisnis dan Imbasnya ke Grup Astra





