EmitenNews.com- Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan pada perdagangan kemarin (6/1)  IHSG (-1.17%) ditutup melemah 71.66 poin kelevel 6065.68 dengan saham disektor Infrastruktur (-2.08%) dan Keuangan (-1.31%) memimpin pelemahan. Setelah Pemerintah memutuskan PSBB baru mulai 11 Januari 2021 dengan salah satunya tentang kapasitas kantor yang hanya boleh 25%. Hal tersebut menjadi alasan kuat investor melakukan aksi profit taking. Adanya pembatasan baru ini akan mengancam produktifitas bisnis di Indonesia dan kekhwatiran baru akan peningkatan penyebaran pandemi. Investor asing tercatat net sell sebesar 698.94 Miliar rupiah. Leader: TPIA, WSKT, AGRO, BRIS, KLBF Laggard: BBCA, TLKM, BBRI, UNVR, SMMA Secara teknikal IHSG terkoreksi seakan mengkonfirmasi pulled back resistance fractal dan menggapai target Wave corrections B. Indikator stochastic berpotensi dead-cross pada area overbought dengan MACD yang tertekan. Sehingga kami perkirakan IHSG berpotensi kembali tertekan dengan support resistance 6017-6118. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; CPIN, ESSA, JPFA, KLBF, RALS. Indeks NIKKEI (+1.60%) dan TOPIX (+1.81%) naik signifikan memberikan indikasi positif pada bursa saham Asia. Indeks berjangka As naik setelah Demokrat mengambil kendali senan pada pemilihan utama sehingga membuka jalan bagi presiden terpilih Joe Biden untuk melaksanakan agendannya dan potensi akan lebih banyak stimulus yang akan dikucurkan untuk menunjang pemulihan ekonomi. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,2% menjadi $ 50,54 per barel setelah menguat optimis diatas $50 perbarrel dan harga CPO naik lebih dari tiga persen kelevel 3875 ringgit permton pada perdagangan dibursa malaysia kemarin. Hari ini investor juga akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat. Secara sentimen IHSG berpotensi mencoba menguat dari tekanan pada perdagangan hari ini. ================ Disclaimer on