Analis Market (07/01/2021) : Secara Teknikal IHSG di Perkirakan Melemah Pada kisaran 5960 – 6144
:
0
EmitenNews.com- Riset harian Sucor sekuritas Indra Tedja Kusuma menyebutkan, pada perdagangan kemarin (6/1) IHSG bergerak berfluktuasi (sempat plus 30 poin pada awal pembukaan sesi 1 ; minus 149 poin) dan di tutup minus 72 poin atau 1,17% pada 6066, di pimpin oleh saham semua sektor terutama infrastruktur, keuangan, barang konsumsi, tambang di tengah-tengah mixed indek bursa global, menjelang hasil pemungutan suara Senat putaran kedua di Georgia AS, peningkatan jumlah kasus baru COVID-19 di AS dan setelah pemerintah Jokowi menerapkan PSBB ketat di Pulau Jawa & Bali tanggal 11 – 25 Januari 2021 meskipun IDR/USD menguat (13895). Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak mixed melemah pada kisaran 5960 – 6144 dengan pertimbangan : indkator Klinger Oscillator (DX), ST Mov Avg (Consol / Consol) dan Pelemahan indek kemarin di ikuti dengan peningkatan volume. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 di tutup menguat 1,4%, di pimpin oleh saham sektor perbankan di tengah – tengah persetujuan vaksin COVID-19 kedua, indikasi Partai Demokrat akan menguasai Senat dan spekulasi stimulus lebih besar di AS. Kemarin indek bursa Wall Street di buka melemah namun di tutup mixed menguat dengan indek DOW, S&P500 cetak rekor baru, di pimpin oleh saham sektor keuangan, manufaktur di tengah – tengah rasa optimis Partai Demokrat akan menguasai Senat sehingga memicu harapan stimulus yang lebih besar dan pembelanjaa infrastuktur meskipun terjadi aksi protes pengikut Donald Trump. Pagi ini indek bursa Asia di buka menguat saat pelaku pasar berspekulasi kerusuhan di Washington akibat aksi protes pengikut Trump tidak akan menghentikan pengesahan transisi pemerintahan dari Trump ke Biden atau menggagalkan dukungan politik terhadap pemulihan ekonomi.
Related News
Nasib Ritel Apes: D-50 Delisting Cuma MABA Buka Suara, Sisanya Gimana?
Dibeking 4 Klien Kakap, Saham Prajogo Tembus Top 10 MSCI Small Cap
Cuma 3, Ini Saham Indonesia yang Masuk Indeks High Dividend Yield MSCI
Omzet Produk Kimia Klinik Drop 73%, Emiten Debutan Ini Rugi Rp8,84M
Bobot MSCI Terbaru: Cuma 5 Penguasa Large Cap & 42 Saham Small Cap
Ekspor Terbesar ke India, Rahasia Dapur TINS Cetak Lonjakan Laba 800%





