Analis Market (08/01/2021) : IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Didorong Optimisme Kemenangan Joe Biden
EmitenNews.com- Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, secara sentimen pergerakan IHSG hari ini Jumat (8/1/2021) berpotensi menguat terbatas didorong oleh optimisme dari kemenangan Joe Biden yang mendorong lebih banyak stimulus. Indeks Nikkei (+1.60%), TOPIX (+1.68%) dan CSI300 (+1.77%) naik lebih dari sepersen sedangkan indeks HangSeng (-0.28%) turun. Bursa Asia optimis mengiringi indeks berjangka AS yang naik ditengah ekspektasi presiden terpilih Joe Biden memiliki jalur yang lebih jelas untuk meningkatkanstimulus fiskal. IHSG (+1.45%) naik optimis 87.95 poin kelevel 6153.63 dengan saham-saham disektor pertambangan (+5.61%) menjadi motor optimisme investor pada perdagangan hari ini. Saham perusahaan tambang logam seperti ANTM (+17.12%), INCO (+13.36%) dan TINS (+13.08%) naik signifikan setelah adanya kutipan dari salah satu pemiliki perusahaan raksasa teknologi dunia yang memandang langkah Indonesia sangat baik dalam menyikapi kebutuhan nikel dunia untuk masa depan. Hal tersebut menjadi signal investor global yang tertarik kembali investasi ke Indonesia. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar 833.78 miliar rupiah dengan saham BBRI, BMRI, TLKM, PTBA dan INCO yang menjaditop net buy value. Bursa Eropa melanjutkan penguatannya. Indeks Eurostoxx (+0.31%) dan FTSE100 (+0.22%) naik mengiringi mayoritas ekuitas di Asia dan indeks berjangka AS dan Eropa. Investor optimis jalannya stimulus besar di masa pemerintahan Joe Biden akan berjalan mulus dan banjir likuiditas global akan membantu pemulihan ekonomi melawan pandemi. Selanjutnya investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang akan rilis dengan ekspektasi positif dan investor pun akan berhati-hati menyikap penguatan yang signifikan pada saham-saham pertambangan terutama tambang logam. Bursa Jepang mayoritas menguat pada perdagangan akhir pekan. Indeks Nikkei (+1.18%) dan TOPIX (+0.37%) mengiringi penguatan di bursa AS karena investor fokus pada prospek lebih banyak stimulus dan kemungkinan ketenangan akan berlaku saat Joe Biden mengambil alih kursi presiden. Adapun sehari setelah kekerasan mengguncang Capitol AS, investor bertaruh kendali Demokrat atas Senat akan membuka jalan bagi Biden untuk menghidupkan kembali agenda legislatifnya dan membentuk kembali ekonomi. Saat berkampanye di Georgia sebelum pemilihan putaran kedua, ia bersumpah bahwa cek stimulus $ 2.000 akan dikirim "segera" jika partainya memenangkan negara bagian. Sementara Laporan pekerjaan hari Jumat diperkirakan menunjukkan perlambatan tajam dalam perekrutan. Di sisi virus, lebih banyak negara bagian AS melaporkan kasus pertama varian yang membantu memicu penguncian Inggris di tengah kekhawatiran bahwa kematian Covid-19 di AS kemungkinan akan mempertahankan kecepatan mendekati rekor setidaknya hingga Januari. Dari komoditas harga minyak WTI naik 0.31% pagi ini, sementara harga CPO terkoreksi 1.5%. Harga nikel mengalami penguatan lebih dari sepersen.
Related News
Transparansi 1 Persen - Titik Buta Pengawasan Pasar: Studi Kasus TPIA
Memaknai Rating Outlook Negatif Fitch dan Moody's untuk Indonesia
Borok Setelah Satu Persen Dibuka Part 3
Borok Setelah Satu Persen Dibuka Part 2
Borok Setelah Satu Persen Dibuka Part 1
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?





