Analis Market (11/01/2021) : Secara Teknikal IHSG Diperkirakan Berfluktuasi Menguat Pada Kisaran 6195 - 6300
:
0
EmitenNews.com- Riset harian Sucor sekuritas Indra Tedja Kusuma menyebutkan, kemarin IHSG bergerak menguat di atas angka 6200 dan di tutup plus 104 poin atau 1,693% pada 6258, di pimpin oleh saham semua sektor terutama aneka industri, industri dasar, infrastruktur, manufaktur kecuali perkebunan, properti di tengah-tengah penguatan indek bursa global, spekulasi Kongres yang di kuasai oleh Partai Demokrat akan menambah stimulus lebih banyak untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan setelah Citigroup menaikkan rekomendasi bursa EM menjadi OW meskipun IDR/USD melemah (14020). Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak berfluktuasi menguat pada kisaran 6195 - 6300 dengan pertimbangan : 2 dari 4 indikator tenikal bergerak naik, indkator Stochastic Oscillator (naik/83), menguji candle 3 White Soldiers, ST Mov Avg (Bullish / Bullish) dan Penguatan indek kemarin di ikuti dengan volume yang sama. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 di tutup menguat 0,7% dengan indek DAX capai rekor tertinggi, di pimpin oleh saham sektor teknologi, pariwisata di tengah – tengah data output industrial dan ekspor Jerman tumbuh lebih tinggi ari konsensus serta harapan stimulus yang lebih besar di AS setelah Patai Demokrat menguasai Senat. Kemarin indek bursa Wall Street berfluktuasi dan di tutup menguat hingga 1% dan mencapai rekor tertinggi baru, di pimpin oleh saham sektor teknologi di tengah – tengah data menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja untuk pertama kali dalam 8 bulan terakhir, setelah Senator Joe Manchin dari Partai Demokrat menentang pemberian stimulus cek langsung yang lebih besar sebelum menangani pandemi coronavirus dan setelah Presiden Joe Biden berkata paket stimulus ekonomi hari Kamis depan termasuk asuransi pengangguran dan penundaan pembayaran sewa rumah akan benilai triliunan USD. Pagi ini indek bursa Asia di buka mixed saat pelau pasar mengamati kenakan yield obligasi pemerintah AS yang mencapai levl tertinggi dalam 10 bulan, detil stimulus fiskal di AS pada pekan ini dan tekanan politik untuk melengserkan Presiden Trump.
Related News
Asing Dimanjakan Demi Jaga Rupiah, Dampak Tahan BI Rate ke Pasar Modal
3 Jurus Jaga Moneter, BI Pilih Cara Ini daripada Naikkan Suku Bunga
Extreme Price Increase MSCI, Saham Meroket Terancam Outflow
Saham PTPP Koleksi BPJSTK, Laba Meroket Tapi Kas Tekor
Ternyata Ini Alasan FORE Belum Bagi Dividen Meski Omset Naik 51,72%
Omset Rp1 Triliun Fore Kopi, Rahasia Efisiensi & Ekspansi Gerai Donut





