EmitenNews.com – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG (+1.69%) ditutup naik lebih dari sepersen sebesar 104.20 poin kelevel 6257.84 dengan saham-saham disektor Aneka Industri (+4.66%) dan Industri Dasar (+3.32%) hingga Infrastruktur (+3.16%) menguat lebih dari tiga persen hingga akhir sesi perdagangan. Lebih lnajut, data cadangan Devisa Indonesia naik lebih dari ekspektasi sebesar $135.9 Miliar. Optimisme berlanjut setelah prospek pemulihan ekonomi didorong adanya trend era energy terbarukan dan battery terus mendorong optimisme investor. Saham ASII (+12.3%) naik melihat prospek penjualan mobil listrik kedepan akan cukup cerah. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 1.63 Triliun rupiah. Leader: TLKM, ASII, BBRI, BBCA, MEGA Laggard: SMMA, MAYA, UNVR, DNET, INCO Secara teknikal IHSG break out wave 5 sebelumnya sehingga memperpanjang wave 3 dengan wave 4 yang terbentuk dilevel 5850 dan saat ini sedang uji wave 5 dengan target ideal pertama pada fibonacci retracement 161.8% dikisaran 6400. Sehingga peluang penguatan IHSG masih berpotensi uji target 6400 meskipun indikator stochastic overbought signal MACD terlihat cross over dengan dorongan histogram yang bergerak positif. IHSG berpotensi lanjutkan penguatan diawal pekan dengan support resistance 6200-6320. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASII, BBRI, CPIN, GGRM, GMFI, HMSP, INDF, JPFA, JSMR. Indeks saham di Jepang ditutup libur nasional. Mayoritas indeks Asia diperkirakan membuka perdagangan awal pekan dengan minim katalis disaat USD rebound. Investor menimbang janji presiden terpilih joe Biden untuk merinci bantuan ekonomi AS yang sangat besar guna menjadi amuni melawan dampak dari pandemi yang meningkat. Yen berfluktuasi setelah otoritas Jepang menemukan varian virus korona yang mirip dengan strain di Inggris dan Afrika Selatan. Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak mixed pada awal pekan.