EmitenNews.com – Riset harian Reliance Sekuritas  Lanjar Nafi menyebutkan,  IHSG (+0.62%) naik 39.54 poin kelevel 6435.21 dengan saham-saham disektor pertambangan (+1.72%) menjadi motor pergerakan IHSG kali ini. Naiknya harga komoditas tambang energy maupun logam menjadi faktor disaat saham-saham terdampak dari vaksin terkoreksi. Investor terlihat berotasi kesektor pertambangan melihat peluang penguatan. Investor asing masih tercatat melakukan aksi beli bersih sangat besar dilevel 1.05 Triliun rupiah dengan saham BBRI menjadi top net buy value. Leader: ASII, BBRI, ANTM, INKP, EMTK Laggard: KLBF, BBCA, TLKM, UNVR, KAEF Meskipun IHSG menguat, Indikasi pergerakan yang menjenuh masih membayangi IHSG secara teknikal setelah membentuk pola 2 star in the north dan indikator stochastic yang berpotensi dead-cross pada area overbought. Sehingga kami perkirakan IHSG berpotensi alami kejenuhan dan cenderung terkonsolidasi melemah dengan support resistance 6325-6465. Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ICBP, INDF, JSMR, KLBF, LPCK, MAIN, MAPI, TBIG, TOWR. Indeks Jepang membuka perdagangan dengan melanjutkan penguatan seakan memberikan signal positif pada pergerakan bursa saham Asia. Indeks Nikkei (+0.88%) dan TOPIX (+0.41%) naik lebih dari setengah persen diawal sesi perdagangan. Bursa AS menegaskan raksasa teknologi Tiongkok akan terhindar dari larangan investasi AS hal ini akan menjadi faktor optimisme indeks Tiongkok pada perdagangan hari ini. Komoditas minyak mengalami pelemahan karena dolar yang lebih kuat dan meningkatnya pasokan produk mengimbangi menyusutnya persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,3% menjadi $ 52,77 per barel. Secara sentimen IHSG berpotensi lanjutkan penguatan meskipun terlihat dibayangi aksi profit taking jangka pendek.