EmitenNews.com-  Riset harian Sucor sekuritas Indra Tedja Kusuma menyebutkan, kemarin IHSG bergerak berfluktuasi (sempat plus 31 poin ; minus 27 poin) dan di tutup minus 7 poin atau 0,107% pada 6428, di warnai dengan pelemahan saham sektor properti, keuangan, barang konsumsi, perkebunan dan penguatan saham sektor industri dasar, infrastruktur, perdagangan, manufaktur di tengah-tengah penguatan indek bursa global, harapan pemulihan ekonomi global, rasa optimis stimulus fiskal di AS, data eksim Cina lebh baik dari konsensus, masih tingginya jumlah kasus baru COVID-19 di Indonesia dan kekhawatiran valuasi harga saham di BEI. Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak berfluktuasi melemah pada kisaran 6278 – 6465 dengan pertimbangan : indkator Stochastic Oscillator (DX/95), muncul candle Doji, C<O, ST Mov Avg (Bullish / Bullish) dan Pelemahan indek kemarin di ikuti dengan peningkatan volume. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 di tutup menguat 0,7%, di pimpin oleh saham sektor tambang, otomotif, pariwisata, teknologi di tengah - tengah data eksim Cina lebih baik dari konsensus dan harapan stimulus yang besar di bawah pemerintahan baru Joe biden. Kemarin indek bursa Wall Street di buka menguat namun di tutup melemah kurang dari 0,5%, di pimpin oleh saham sektor teknologi informasi di tengah – tengah harapan nilai stimulus fiskal lebih dari USD1,5 triliun dan klaim pengangguran naik lebih tinggi dari konsensus menjadi 965K vs 795K. Pagi ini indek bursa Asia di buka menguat saat pelaku pasar menyambut positif stimulus fiskal pemerintahan Joe Biden senilai USD1.9 triliun vs konsensus USD1,5 triliun. Sementara dari sisi lain, Sucor sekuritas juga merekomendasikan untuk para investor agar mencermati saham BJTM, JPFA, NIKL,RAJA,PGAS dan SMBR. BJTM Spekulasi Buy dengan support di 800, cutloss jika break di bawah 780. Jika tidak break di bawah 815, potensi naik ke 900-950 short term. JPFA Spekulasi Buy dengan support di,1550 cutloss jika break di bawah 1530, jika tidak break di bawah 1575 , potensi naik ke 1700- 1750 short term. NIKL Spekulasi Buy dengan support di 1750, cutloss jika break di bawah 1725. Jika tidak break di bawah 1775, potensi naik ke 1950-2000 short term. RAJA Spec Buy dengan support di 280 , cutloss jika break di bawah 270. Jika tidak break di bawah 286 , potensi naik ke 300-320 short term. PGAS Spec Buy dengan support di 1700, cutloss jika break di bawah 1680. Jika tidak break di bawah 1730, potensi naik ke 1880-1930 short term. SMBR Spec Buy dengan support di 1130 , cutloss jika break di bawah 1110. Jika tidak break di bawah 1150, potensi naik 1250-1300 short term.