Analis Market (20/01/2021) : Bursa Asia Dibuka Mixed, IHSG Diperkirakan Melemah Pada Kisaran 6195 – 6394
EmitenNews.com- Riset harian Sucor sekuritas Indra Tedja Kusuma menyampaikan, kemarin IHSG bergerak berfluktuasi (sempat plus 45 poin ; minus 101 poin) dan di tutup minus 68 poin atau 1,06% pada 6322, di pimpin oleh saham semua sektor terutama tambang, properti, industri dasar di tengah-tengah penguatan indek bursa global, spekulasi pertumbuhan ekonomi Cina dan kekhawatiran valuasi harga saham. Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak mixed melemah pada kisaran 6195 – 6394 dengan pertimbangan : 2 dari 4 indikator teknikal bergerak turun, indkator MACD (DX), Stochastic Oscillator (turun/81), ST Mov Avg (Bearish / Bullish) dan Pelemahan indek kemarin di ikuti dengan penurunan volume. Kemarin indeks bursa Eropa STOXX 600 di tutup melemah 0,2%, di pimin oleh saham sektor pariwisata, penjualan eceran, perbankan di tengah – tengah kekhawatiran perpanjangan lockdown di Jerman. Kemarin indeks bursa Wall Street di tutup menguat hingga lebih dari 1%, di pimpin oleh saham sektor energi, teknologi saat menteri keuangan Janet Yellen mendukung paket stimulus yang lebih besar sekarang ini daripada mengkhawatirkan utang yang menggelembung. Pagi ini indeks bursa Asia di buka mixed saat pelaku pasar menunggu pidato Joe Biden terutama terkait detil stimulus coronavirus USD1,9 triliun saat pelantikan nanti malam. WTI Oil: 53.01(USD/bbl) (+0.59) Gold: 1838.35 (USD/oz) (+8.35) Tin: 21150(USD/tonne) (-45.00) Nickle: 18185(USD/tonne) (+87.50) CPO: 3275 (RM/tonne) (-75.00) Coal Newcastle: 86.50 (USD/MT)(-0.55) Rubber: 238.00 (JPY/kg) (+1.10)
Related News
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia





