Analis Market (21/01/2021) : IHSG Berpotensi Uji Resistance Fractal Di Kisaran 6472
EmitenNews.com – Riset harian Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebutkan, Indeks Asia ditutup bervariasi dengan pelemahan terjadi pada indeks saham Jepang dan penguatan pada indeks saham Tiongkok. Indeks Nikkei (-0.38%) dan TOPIX (-0.34%) turun sedangkan indeks HangSeng (+1.08%) dan CSI300 (+0.72%) naik mengiringi indeks berjangka AS yang naik. Perusahaan China yang diperdagangkan di Hong Kong sebagian besar menguat dan Indeks Hang Seng mendekati level 30.000. Alibaba Group Holding Ltd. melonjak setelah miliarder Jack Ma muncul kembali dari pandangan publik selama berbulan-bulan di tengah meningkatnya pengawasan atas kerajaan internetnya. IHSG (+1.71%) ditutup naik signifikan 107.90 poin kelevel 6429.76 dengan indeks pertambangan (+5.60%) naik signifikan. ANTM (+17.71%), TINS (+12.81%) dan INCO (+11.76%) setelah kompak alami pelemahan diperdagangan sebelumnya. Rantai produksi mobil tesla di Indonesia mulai terpetakan dimana ANTM dan TINS dikabarkan terlibat sehingga mampu alami rebound. Investor asing alami net buy sebesar 756.26 miliar rupiah dengan saham BBRI, BMRI dan BBCA menjadi yang menjadi top net buy value investor asing. Bursa Eropa membuka perdagangan naik. Indeks Eurostoxx (+0.71%), FTSE (+0.04%), DAX (+0.72%) dan CAC40 (+0.54%) naik dengan saham-saham teknologi memimpin kenaikan di Eropa. Investor mengandalkan lebih banyak pengeluaran untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di bawah Presiden Joe Biden yang akan datang. Harga komoditas minyak mentah West Texas Intermediate naik 1% menjadi $ 53,50 per barel. Minyak mentah Brent naik 0,7% menjadi $ 56,30 per barel. Emas menguat 0,7% menjadi $ 1,853.15 per ounce. Investor akan menanti data indeks keputusan suku bunga Indonesia dan pandangan Bank Indonesia terhadap pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2021. Secara teknikal IHSG whipsaw di level rata-rata 5 hari dengan potensi uji resistance fractal di kisaran 6472 sebagai konfirmasi penguatan. Indikator stochastic alami tekanan bearish dengan indikator RSI yang bergerak bearish momentum menjadi signal pemberat pergerakan IHSG mencapai pengujian resistance. Sehingga kami perkirakan IHSG berpeluang bergerak kembali berfluktuatif menjenuh kembali diperdagangan selanjutnya. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, ADRO, AKRA, ASRI, BNLI, IMAS, SILO, WIKA.
Related News
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia





