Analis Market (28/01/2021) : Empat Indikator Teknikal Bergerak Turun, IHSG Diperkirakan Melemah Pada Kisaran 5966 – 6182
:
0
EmitenNews.com- Analis harian Sucor Sekuritas Indra Tedja Kusuma menyatakan, kemarin IHSG bergerak melemah (sempat minus 141 poin pada 5999) dan di tutup minus 31 poin atau 0,505% pada 6109, di pimpin oleh saham sektor tambang, aneka industri, barang konsumsi, manufaktur, industri dasar, keuangan di tengah-tengah pelemahan indek bursa global, menjelang FOMC berakhir nanti malam, kekhawatiran valuasi harga saham dan perkembangan positif dari SWF. Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak mixed melemah pada kisaran 5966 – 6182 dengan pertimbangan : 4 indikator teknikal bergerak turun, ST Mov Avg (awal Bearish) dan Pelemahan indek kemarin di ikuti dengan peningkatan volume. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 di tutup melemah 1,2%, di pimpin oleh saham sektor perbankan, tambang, otomotif di tengah – tengah penurunan perkiraan GDP2021 dari 4% menajd 3,3% oleh pemerintah Jerman dan wacana penurunan suku bunga kembali oleh ECB. Kemarin indek bursa Wall Sreet di tutup melemah lebih dari 2% dan catat penurunan harian terbesar dalam 3 bulan saat pelaku pasar kecewa dengan pernyataan The FED, khawatir dengan valuasi harga saham dan aksi jual hedge fund. Fed masih dalam mode melawan krisis karena pemulihan tampaknya melambat Federal Reserve pada hari Rabu mempertahankan suku bunga utama semalam mendekati nol dan tidak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, berjanji lagi untuk mempertahankan pilar ekonomi tersebut sampai ada rebound penuh dari resesi yang dipicu pandemi. WTI Oil: 52.66 (USD/bbl) (+0.05) Gold : 1840.60 (USD/oz) (-10.30) Tin: 22785.00 (USD/tonne) (-45.00) Nickel: 17815.00 (USD/tonne) (-280.00) CPO: 3385.00 (RM/tonne) (+119.00) Coal Newcastle: 87.55 (USD/MT) (+1.55) Rubber: 228.10 (JPY/kg) (-2.40)
Related News
Prospek Saham BUMI: Bobot LQ45 Naik, Dividen?
Pantaskan Diri Masuk LQ45, Laba Bersih DEWA Terbang Mengangkasa
Lawan BYD, Astra (ASII) Kuasai Market Share Otomotif Meski Laba Lesu
Tumbuh Setipis Tisu, Laba Bersih BBNI Tertahan Risiko Kredit Macet
Saham Murah Selalu Layak Beli? Cara Bedain Saham Diskon & Value Trap
Penantian 4 Tahun, GOTO Akhirnya Untung Berkat Rombak Bisnis





