EmitenNews.com - PT Aneka Gas industri Tbk (AGII) melalui anak usahanya PT Samator Gas Industri telah resmi mengoperasikan pabrik yang akan menjadi pemasok utama oksigen untuk smelter pemurnian timah berteknologi TSL Ausmelt di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Direktur Utama AGII, Rachmat Harsono, mengatakan, "Kami tengah mengantisipasi berbagai proyek menarik untuk Kuartal-III dan Kuartal-IV tahun ini, termasuk salah satunya Pabrik Gas Oksigen kami yang resmi beroperasi bulan ini di Bangka Belitung untuk salah satu pelanggan terhormat kami, PT Timah Tbk. Berkat dukungan dan dedikasi dari berbagai pihak dan juga dari PT Timah Tbk, kami bersyukur telah berhasil menjalani proses konstruksi pabrik yang berlangsung selama hampir 16 bulan. Selama masa konstruksi, Perseroan mampu mengelola total CAPEX Perusahaan dalam rentang yang telah ditargetkan, yaitu 10% s.d. 11% dari penjualan".

 

"Di samping itu, selain menantikan pertumbuhan dari proyek PT Timah Tbk, kami juga sedang mengantisipasi pertumbuhan dari berbagai proyek lainnya, diantaranya dari Sektor Energi, Kawasan Industri, Ibukota Baru, Sektor Oleokimia, dan banyak lagi. Kami tengah mengevaluasi berbagai proyek strategis yang ditargetkan dapat membantu pertumbuhan serta profitabilitas Perusahaan kedepannya. Seperti yang telah diketahui, Perseroan mengelola basis pelanggan yang terdiversifikasi dengan baik, dan dengan demikian pertumbuhan kami akan didukung oleh pemulihan dari berbagai industri," ujarnya dalam keterangan resmi Senin (22/8).

 

Pada saat yang bersamaan, Perusahaan juga telah mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian Semester-I 2022 untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2022. Pada periode Semester-I 2022, total penjualan mencapai Rp 1,26 triliun, atau menurun sebesar 2,3% dibandingkan Semester-I 2021, salah satunya dipengaruhi karena normalisasi post-COVID dan seasonality pada Musim Libur Nasional di Kuartal-II 2022. Laba Bruto dan Laba Tahun Berjalan Semester I-2022 masing-masing mencapai Rp 574,95 miliar dan Rp 53,84 miliar.

 

"New normal atau post-pandemic demand secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pre-pandemic demand. Penjualan Semester-I 2022 sektor Kesehatan sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan Semester-I tahun 2019. Demikian pula, total penjualan Semester-I tahun 2022 sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan Semester-I tahun 2019. Hal ini mengindikasikan adanya tingkat pertumbuhan bisnis dan industri yang sehat secara jangka panjang," tambahnya