EmitenNews.com - Melalui strategi bisnis yang telah disiapkan, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) tahun ini optimistis menargetkan pendapatan bisa tumbuh 5%-6%.


Menurut Direktur Utama SUPR, Juliawati Gunawan Halim, pasca akuisisi oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), SUPR masih tetap akan fokus pada bisnis utamanya.


"Tentunya tahun ini kami masih akan fokus pada bisnis core kami yakni sebagai penyewaan menara kepada para operator," jelas dia dalam paparan Public Expose, Selasa (2/3).


Adapun, saat ini SUPR juga tengah membidik peluang bisnis dari aksi merger antara PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.


"Kami sedang memonitor dampak dari adanya merger antara dua perusahaan tersebut," tambah Juliawati.


Adapun, SUPR juga menargetkan adanya penambahan menara di kisaran 400 menara serta pertumbuhan tenant di angka 600-700 tenancy di tahun 2022. Untuk melancarkan rencana bisnis itu, SPUR telah menyiapkan belanja modal atau capex sebesar Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar di tahun ini.


Juliawati menyebut capex ini akan difokuskan untuk penambahan tower atau menara. Adapun sumber capex berasal dari internal cash flow dan bersumber dari perbankan. Sehingga modal ini sudah cukup untuk perusahaan.


Sebagai informasi, hingga saat ini, perseroan memiliki sebanyak 6.900 menara, dengan jumlah tenant mencapai 12.800 di akhir Desember 2021 lalu.