Anomali, Saham Baru Lepas Suspensi Ini Melesat ARA Kala yang Lain ARB
:
0
Ilustrasi penguatan harga saham. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Fenomena unik terjadi di tengah trading halt IHSG -8% dan mayoritas saham big caps kena Auto Reject Bawah (ARB) pada opening perdagangan Jumat (16/10/2026), satu saham justru tampil anomali melesat hingga Auto Reject Atas (ARA).
Saham tersebut adalah PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Berdasarkan data IDX pukul 09.01 WIB, TRUK menjadi satu-satunya saham yang tercatat unsuspend pada 16 Oktober 2026. Sahamnya terbang +24,81% atau +640 poin ke level Rp3.220.
Kenaikan ini terjadi tepat setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali suspensi saham yang disokong Gabriel Rey itu.
Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dalam keterangan tertulisnya (15/10) menuturkan suspensi saham tersebut dibuka kembali mulai sesi pra-pembukaan tanggal 16 Oktober 2026 di pasar reguler dan tunai.
Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham TRUK pada perdagangan tanggal 28 September 2026 karena adanya peningkatan harga saham yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Aksi TRUK ini menjadi anomali di saat pasar berdarah-darah. Pada pembukaan yang sama, IHSG tercatat anjlok -8,01% ke 5.393,924 hingga memicu trading halt. LQ45 ambles -8,33%, dan deretan top value seperti BMRI, BBRI, GOTO, TLKM, EMAS, DSSA, TINS, TPIA, PTBA kompak menyentuh ARB di kisaran -14% hingga -15%.
Koreksi massal tersebut dipicu sentimen pengumuman MSCI yang memulai konsultasi penurunan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Related News
Bos BYAN & Putri Lego Jutaan Lembar, Setor ke H Isam?
Rumor Haji Isam Siap Akuisisi BCA (BBCA) dalam Pantauan OJK, Faktanya?
Lepas Aset Digital, Laba EAST Kuartal III Tumbuh Positif
PRDA Stock Split, Bagaimana Valuasi & Prospeknya?
Genjot Produksi Pani Gold Mine, EMAS Akselerasi Proyek CIL 2
Gelontor Rp387,22 Miliar, Pengendali Baru Tuntaskan MTO Saham MBSS





