EmitenNews.com - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menggeber ekspansi di sektor energi terbarukan melalui dua aksi korporasi sekaligus. Pertama, melalui anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Endorshine Energi Matahari.

Pendirian entitas baru tersebut tercatat dalam Akta Pendirian Nomor 59 tanggal 20 Agustus 2026 di hadapan notaris Ninik Noviana. Adapun susunan pemegang sahamnya, PT Arkora menggenggam 99,96 persen atau setara 2.499 lembar saham, dan Ricky Hartono sebanyak 0,04 persen.

Melalui skema tersebut, ARKO secara tidak langsung memegang kepemilikan saham sebesar 99% pada PT EEM.

“Pendirian anak usaha ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tulis Corporate Secretary ARKO, Ricky Hartono, dikutip Rabu (26/8).

Akuisisi Perusahaan

Tak berhenti pada pendirian entitas baru, ARKO juga memperluas bisnis energi terbarukan melalui aksi akuisisi perusahaan. Lewat anak usahanya, yaitu PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuno Hidro, perseroan telah mengakuisisi 100 persen saham PT Endorshine Energy Solution (EES).

Transaksi akuisisi itu ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham pada 12 Agustus 2026 dan telah mendapat persetujuan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM pada 22 Agustus 2026, dan berkas penerimaan perubahaan data itu baru diterima perseroan pada 24 Agustus 2026.

Maka dengan terbitnya SP Menkum tersebut, pelaksanaan transaksi akuisisi telah rampung.

“Maka pelaksanaan Transaksi telah efektif dilaksanakan dan masing-masing ATM dan AJ telah menjadi pemegang saham EES dengan kepemilikan sebesar 99,99 persen, sehingga EES menjadi anak perusahaan yang dikendalikan secara tidak langsung oleh perseroan,” tulis Ricky.

Hingga year to date, saham ARKO terpantau melemah 13,03 persen atau turun 775 poin ke level 5.175.