AS-Iran Belum Deal, IHSG Menyala
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street mengawali Juni kompak menguat meski harga minyak mentah juga naik signifikan. Nvidia memimpin kenaikan saham sektor teknologi setelah meluncurkan Chip baru untuk PC. Saham Nvidia menjadi penopang penguatan indeks setelah meroket 6,26 persen, dan mendorong kenaikan saham emiten produsen PC lain.
Misalnya, Dell Technologies melesat 10,70 persen, dan HP melejit 8,51 persen. Di sisi lain, Intel yang selama ini mendominasi pasar PC terkoreksi cukup dalam hingga 4,67 persen. Sementara itu, saham sektor energi seperti Marathon Petroleum surplus 3,98 persen, Exxon Mobil 2,84 persen, dan Chevron menanjak 1,85 persen.
Itu setelah harga minyak mentah naik cukup tinggi seiring adanya laporan dari kantor berita resmi milik Iran bahwa negosiator menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat. Lompatan bursa Wall Street, harga beberapa komoditas, dan selesainya proses rebalancing indeks MSCI diprediksi menjadi katalis positif pasar.
Sementara itu, aksi jual masif investor asing, dan kabar berhentinya negoisasi antara Amerika, dan Iran berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.060-5.990, dan resistance 6.195-6.260.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Hartadinata (HRTA), J Resources Asia (PSAB), XLSmart (EXCL), BSI (BRIS), Gudang Garam (GGRM), dan Indofood Sukses Makmur (INDF). (*)
Related News
IHSG Dibuka Menguat ke 6.200, Sambut Rebound Awal Juni!
IHSG Berpeluang Rebound, Pantau Saham UNTR, DEWA hingga UNVR
Lemah Rupiah Akan Ancam Gerak IHSG Pekan Ini
Investor Cermati Dampak Ekspor Satu Pintu, dan Parkir DHE SDA
Prediksi IHSG Sepekan, Analis Ungkap Sentimen dan Hal Ini
MSCI Belum Usai, Edisi Juni Dua Isu ini Hantui Bursa RI





