EmitenNews.com - Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah memperkuat posisi Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan pengekspor energi global.

Permintaan internasional untuk minyak mentah, gas alam, dan produk olahan Amerika Serikat mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Administrasi Informasi Energi AS, total ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi naik ke rekor 12,9 juta barel per hari pekan lalu.

Hal itu karena pasar global berebut untuk mengganti gangguan pasokan yang berpusat di Selat Hormuz dan fasilitas yang rusak di Qatar.

Kendala Infrastruktur dan Gesekan Geopolitik
Investing.com, Sabtu (25/4/2026) memberitakan data saat ini menunjukkan bahwa lebih dari 60 kapal tanker minyak mentah kosong saat ini sedang dalam perjalanan ke Pantai Teluk AS, kira-kira tiga kali lipat dari tingkat sebelum perang.

Lonjakan permintaan telah memperkuat strategi "dominasi energi" pemerintah AS. Tetapi para ahli energi memperingatkan bahwa mengubah permintaan masa perang ini menjadi pergeseran komersial jangka panjang menghadirkan hambatan yang signifikan.

Hambatan struktural utama tetap ada, terutama di Asia, di mana kilang sebagian besar dioptimalkan untuk minyak yang lebih padat dan lebih asam yang secara historis bersumber dari Timur Tengah.

Memodifikasi infrastruktur yang ada untuk mengakomodasi pasokan energi dari Amerika akan membutuhkan modal yang signifikan dan bertahun-tahun rekayasa, menciptakan penghalang untuk adopsi permanen.

Selain itu, Pantai Teluk AS hampir mencapai kapasitas throughput fisiknya sendiri, yang berarti pertumbuhan ekspor tambahan akan terbatas hingga proyek terminal baru, yang saat ini sedang dibangun, beroperasi penuh dalam 18 hingga 24 bulan ke depan.

Pergeseran Global dalam Strategi Energi
Sementara itu, Eropa sedang menavigasi jalannya sendiri yang genting. Benua ini saat ini bergantung pada gas alam cair (LNG) AS untuk mengisi kembali tingkat penyimpanan, dan para pemimpin semakin vokal tentang risiko menukar satu ketergantungan energi dengan ketergantungan energi lainnya.