EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mix cenderung menguat mengikuti bursa regional. Pelaku pasar lokal akan menanti rilis data neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, para pemodal juga menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) akan rilis pada pekan ini.
”So, kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.040, dan resisten 7.130,” tutur Ayu Dian, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (14/11).
Secara teknikal, Indeks berhasil memantul dari area support, dan membentuk candle bullish. Kondisi itu, masih berpotensi untuk menguji resistance terdekat 7.130. Indikator stochastic telah berada di area overbought namun masih membentuk golden cross. Beberapa saham berpotensi naik hari ini ANTM, MEDC, ELSA, RAJA, ARTO, MDKA, dan GOTO.
Akhir pekan lalu, Indeks melesat 1,76 persen menjadi 7.089. Beberapa sektor mengalami penguatan antara lain technology naik 4,35 persen, basic materials surplus 2,52 persen, dan financial tumbuh 2,30 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp573,57 miliar. Saham paling banyak dijual asing di antaranya TLKM, ASII, BUMI, dan ADMR.
Sementara itu, ketiga indek utama bursa AS kompak menguat Jumat lalu dengan dipimpin Nasdaq naik 1,88 persen. Para investor masih merespons positif penurunan inflasi AS menjadi 7,7 persen YoY pada Oktober. Itu meningkatkan konfidensi pasar kalau The Fed tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Pagi ini, bursa Asia telah diperdagangkan mix. Indeks Nikkei 225 melemah 0,54 persen, dan Kospi menguat 0,52 persen. Para pelaku pasar akan menanti data GDP kuartal III-2022 Jepang akan rilis besok. Di mana, konsensus memperkirakan tumbuh melambat menjadi 0,3 persen. (*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





