EmitenNews.com - Adi Sarana Armada (ASSA) terus memperkuat lini bisnis logistik sebagai salah satu motor pertumbuhan utama perusahaan. Emiten bergerak bisnis penyedia layanan transportasi, dan ekosistem kendaraan bekas ini, terus memanfaatkan teknologi terkini untuk semakin memperkokoh bisnis logistiknya.

Berbagai macam teknologi sudah dipakai ASSA. Mulai dari robotic sorting dimana Anteraja menjadi yang pertama menggunakannya di Indonesia, hingga Warehouse Management System yang sudah dipakai dalam layanan Titipaja.  Adapun Titipaja adalah layanan pergudangan (fulfillment), dan enabler e-commerce dari ASSA dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh (end-to-end).

Sedari awal ASSA didirikan untuk menjadi perusahaan supply chain logistic solutions berbasis teknologi. “Di ASSA logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka end to end, mulai dari first hingga last mile,” tutur Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA.

ASSA telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya menjadi satu kesatuan mulai dari first hingga last mile. Dilengkapi dengan layanan logistik rantai dingin, logistik  halal, hingga logistik hijau (green logistic), ASSA terus berusaha memberikan layanan end-to-end logistics yang paripurna bagi setiap kebutuhan pelanggan. 

Sementara itu, penggunaan Transportation Management System (TMS) pada seluruh layanan merupakan bagian dari strategi ASSA dalam meningkatkan efisiensi operasional, dan kualitas layanan terintegrasi. TMS sudah digunakan ASSA sejak, pada kuartal pertama 2026 ditambahkan dalam kegiatan usaha baru perseroan.

Penambahan TMS ke dalam kegiatan usaha itu, diharap dapat memperluas kapabilitas layanan logistik ASSA, sekaligus menguatkan daya saing di tengah kebutuhan logistik terus tumbuh, dan berkembang. “Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal,” ucap Prodjo. 

Adapun dari sisi lini bisnis rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas melalui ASLC (merek JBA, Caroline.id, dan Motogadai), ASSA akan memperkuat sinergi ekosistem bisnis untuk mencapai profitabilitas, dan pertumbuhan berkelanjutan. Di sisi kinerja, pada kuartal pertama tahun ini, ASSA berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan. 

Pendapatan ASSAmeningkat 11 persen secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun. Pertumbuhan itu, terutama didorong segmen logistik tumbuh 21 persen YoY, dan kini berkontribusi sekitar 45 persen terhadap total pendapatan perseroan. Dengan didukung kinerja tumbuh meyakinkan itu, ASSA mengesahkan pembagian dividen final tahun buku 2025 dengan total Rp110,7 miliar atau Rp30 per lembar. 

Di mana, sebelumnya, pada kuartal ketiga 2025 ASSA telah membagi dividen interim Rp73,8 miliar atau Rp20 per saham. Pembagian dividen itu, merupakan 44 persen dari laba bersih tahun 2025 sebesar Rp417,7 miliar itu, diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni, 2026 di Jakarta.

So, ASSA secara keseluruhan membagi dividen tunai Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham. “Kami optimistis penguatan lini bisnis, efisiensi terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas, dan pertumbuhan kinerja perseroan dalam jangka panjang,” tegas Prodjo. (*)