EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,12 persen menjadi 5.387 setelah sempat terjun ke level 5.247. IHSG telah mengalami rebound selama tiga hari berturut-turut. Investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung pada akhir pekan, di tengah peningkatan ketidakpastian global.

Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level resistance 5.400. Kalau bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan. Sedangkan level 5.300 menjadi support terdekat untuk menjaga momentum positif, dan mengantisipasi potensi tekanan jual. Kalau tembus level itu, IHSG berpotensi menguji level support 5.180-5.200.

Lonjakan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global, dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi itu, meningkatkan risiko suku bunga Bank Indonesia (BI), dan the Fed bertahan tinggi atau kembali naik, sehingga berpotensi menekan pasar saham, obligasi, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Di sisi lain, sektor energi, khususnya minyak dan gas, berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga minyak, sementara sektor batu bara dapat memperoleh sentimen positif dari ledakan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global, meski dampaknya tetap bergantung pada harga komoditas, dan kondisi fundamental masing-masing emiten.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Mitra Adiperkasa (MAPI), Merdeka Copper Gold (MDKA), Amman Mineral (AMMN), Chandra Asri (TPIA), Alamtri Resources (ADRO), dan Aneka Tambang alias Antam (ANTM). (*)