BACH Resmi Melantai, Saham Langsug Gapai ARA 24,43 Persen di Rp550
:
0
Potret seremoni IPO BACH & EMMI pada Rabu (8/7/2026). Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia hari ini. Emiten penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi ini melepas 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Pada pembukaan perdagangan perdananya Rabu (8/7/2026) saham BACH melejit 24,43 persen hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) di Rp550, naik 110 poin dari harga atas IPO di Rp500.
Dengan kisaran harga penawaran Rp400-Rp500 per saham, BACH berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70% dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sisanya sekitar 30% digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank guna memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage.
Kinerja keuangan BACH sepanjang 2025 tercatat solid. Pendapatan naik hampir 40% menjadi sekitar Rp1,73 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar. Margin laba bersih juga naik menjadi 9% dari sebelumnya 6,3%.
Pertumbuhan itu ditopang lonjakan penjualan genset lebih dari 93% secara tahunan dan bisnis penyewaan genset yang naik lebih dari 1.200%. Segmen jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi juga tetap menjadi penyumbang utama melalui kontrak jangka panjang dengan model recurring income.
Saat ini BACH telah beroperasi lebih dari 20 tahun dengan mengelola lebih dari 40.000 site dan mendistribusikan lebih dari 20.000 unit genset. Perseroan melayani lebih dari 200 pelanggan korporasi dari sektor telekomunikasi, perbankan, energi, hingga pemerintah. Beberapa klien besar di antaranya Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, BRI, Huawei, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Ke depan, BACH menargetkan pendapatan lebih dari Rp3 triliun pada 2030, tumbuh rata-rata 12% per tahun dari Rp1,73 triliun di 2025. Laba bersih diproyeksi mencapai sekitar Rp401 miliar atau naik 158%. Target itu akan dikejar melalui penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik 50 MW per tahun, pengembangan lini bisnis energi baru, peningkatan proyek jaringan telekomunikasi, serta digitalisasi operasional.
Dengan fundamental yang menguat dan model bisnis berbasis pendapatan berulang, BACH optimistis IPO ini menjadi momentum transformasi menjadi pemain infrastruktur terintegrasi yang berdaya saing tinggi di Indonesia.
Related News
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA
Arus Kas Operasi HAJJ Berbalik Positif Rp77,96M Pada Kuartal III 2026
Trisula (TRIS) Cetak Kinerja Apik di Q3 2026, Siapkan Buyback Rp10M
MARK Tebar Dividen Interim Kedua Rp20 per Saham, Yield 2 Persen
ASSA Tebar Dividen Interim Rp20/Saham Setara Rp73,82M, Cek Jadwalnya!
Turnaround! WMPP Cetak Laba di Kuartal III-26, Penjualan Melonjak 40%





