EmitenNews.com—Selama 9 bulan pertama tahun ini atau tepatnya per 30 September 2022, BPD Provinsi Banten yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) sukses memperbaiki kinerja dengan capaian pendapatan bunga bersih Bank Banten tercatat Rp100,601 miliar mengalami pertumbuhan 192,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat hanya Rp34,402 miliar.


Merujuk data laporan keuangan Bank Banten (BEKS) yang dipublikasi pada laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan dikutip pada Senin 31 Oktober 2022. Adapun Jumlah pendapatan operasional yang dibukukan oleh Bank Banten per 30 September 2022 terkumpul sebesar Rp164,16 miliar naik  181,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang hanya tercatat Rp58,307 miliar.


Namun, yang patut diperhatikan dari laporan keuangan Bank Banten adalah perseroan masih membukukan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan bersih senilai Rp6,503 miliar, lalu ada beban operasional seperti beban umum dan administrasi yang ditanggung senilai Rp213,90 miliar membengkak 50,17 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp142,404 miliar.


Lalu beban tenaga kerja dan tunjangan juga mengalami pembengkakan 6,25 persen menjadi Rp102,72 miliar dibandingkan sebelumnya Rp96,8 miliar. Sehingga total beban yang ditanggung oleh perseroan adalah Rp316,603 miliar jauh dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang hanya Rp239,12 miliar atau naik 32,41 persen.


Dengan capaian tersebut maka rugi operasional bersih Bank Banten (BEKS) tercatat Rp159,01 miliar nilai ini memang Mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp186,44 miliar.


Perseroan saat ini masih membukukan pajak tangguhan senilai Rp32,77 miliar, pos ini menyusut dibandingkan sebelumnya senilai Rp40,74 miliar, sehingga rugi bersih Bank Banten (BEKS) tertanggung senilai Rp126,07 miliar turun dari periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp145,7 miliar.


Saat ini Bank Banten (BEKS) memiliki aset senilai Rp7,706 triliun atau tergerus 12,24 persen dari sebelumnya di 31 Desember 2021 yang tercatat Rp8,804 triliun. Sebagai catatan penting adalah dari total aset perseroan jumlah liabilitas mendominasi dengan torehan Rp6,00 triliun, artinya BEKS mampu mengontrol liabilitas dari sebelumnya yang tercatat Rp6,95 triliun. 


Adapun ekuitas perseroan tercatat saat ini Rp1,76 triliun juga mengalami penyusutan 6,71 persen dari sebelumnya tercatat 1,89 triliun.


pos keuangan BPD Provinsi Banten ini yang sangat-sangat perlu diperhatikan adalah perseroan mampu mengontrol posisi kas dan setara kas di akhir periode pada posisi Rp1,29 triliun atau mengalami penyesuaian dari periode sama tahun 2021 senilai Rp1,59 triliun.