IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Bank Mandiri (BMRI) Alokasikan Rp1,7 Triliun untuk Pengembangan Produk Digital

17/05/2021, 12:15 WIB

Bank Mandiri (BMRI) Alokasikan Rp1,7 Triliun untuk Pengembangan Produk Digital

EmitenNews - PT Bank Mandiri (BMRI) terus melakukan pengembangan ekosistem digital untuk menghadapi adanya tren bisnis neo bank di depan. Untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk-produk perbankan digital bank pelat merah ini mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 1,7 triliun.


Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengungkapkan dana tersebut dialokasikan untuk menjawab semua kebutuhan transaksi nasabah terutama dalam hal layanan digital.



"Bank Mandiri tidak menganggap kehadiran beberapa neo bank ini sebagai rival. Kami justru membuka peluang menjadikan mereka partner untuk berkolaborasi dengan strategi open banking," kata Darmawan seraya mengatakan bahwa Bank Mandiri telah memiliki API yang siap sebagai infrastruktur partnership yang baik untuk berkolaborasi bersama start up maupun fintech.


Dalam menghadapi persaingan di era digital, Bank Mandiri juga melakukan upaya transformasi digital yang tertuang dalam 5 Pronged Strategy melalui digitize internal proses, develop digital native products, modernize channels, leveraging digital ecosystem, dan promote digital capabilities.


“Strategi tersebut bertujuan menghasilkan produk inovatif perbankan digital yang andal dan praktis sehingga cocok untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia,” tambah Darmawan.


Meskipun terus melakukan transformasi digital, Darmawan juga menyampaikan bahwa transformasi ini perlu didukung dengan kehadiran perusahaan meskipun secara virtual. Dalam hal ini, ia menilai bahwa market share perusahaan tetap harus terjaga bahkan perlu semakin diperluas.


“Kita ada transformasi digital di dalam tapi kita berjalannya tetap berpikir bagaimana menjaga bisnis banknya tetap sustain dan menciptakan new values dalam setiap aktivitas sehingga kita harus yakinkan transformasi ini tidak menurunkan market share di pasar domestik,” ujarnya.


Author: F J