EmitenNews.com  —  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI mencatat jumlah nasabah wealth management tumbuh sebesar 4,6 persen year on year/YoY atau mencapai sekitar 55.000 nasabah pada Februari 2022. Adapun asset under management (AUM) nasabah kaya perseroan tumbuh sebesar 16,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

 

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan meningkatnya nasabah wealth di perseroan sejalan dengan peningkatan kualitas layanan Mandiri Prioritas dan Private yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan nasabah Prioritas dan Private.

 

Perusahaan dengan kode saham BMRI tersebut berambisi untuk terus menambah nasabah prioritas dengan target pertumbuhan 5 persen pada 2022 dibandingkan dengan 2021.

 

“Pada 2022 kami menargetkan pertumbuhan nasabah mencapai 3 persen sampai 5 persen dari tahun 2021,” kata Rudi

 

Rudi menambahkan Mandiri akan melakukan akuisisi melalui referral nasabah eksisting dan melalui sinergi dengan unit bisnis di Bank Mandiri antara lain melalui akuisisi pemilik atau top level management. Disisi lain, perseroan akan selalu menjaga kualitas nasabah sehingga portofolio nasabah selalu bertumbuh.

 

Adapun, kriteria untuk menjadi nasabah Mandiri Prioritas adalah memiliki total dana kelolaan minimal sebesar Rp1 Miliar. Sedangkan, menjadi nasabah Mandiri Private yaitu memiliki total dana kelolaan minimal sebesar Rp20 Milliar.

 

Dia menjelaskan setelah menjadi Nasabah Mandiri Prioritas atau Mandiri Private, nasabah akan mendapatkan pelayanan khusus dan eksklusif dari Bank Mandiri. Nasabah juga akan mendapatkan dedicated Relationship Manager yang telah tersertifikasi dalam menyediakan layanan perbankan premium hingga portfolio advisory.

 

“Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga serta menumbuhkan portfolio dana kelolaan nasabah,” kata Rudi.

 

Sekadar informasi, pada Februari 2022 total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Mandiri mencapai Rp1.003,85 triliun, tumbuh 9,05 persen dibandingkan dengan DPK Februari 2021 yang sebesar Rp920,47 triliun.