Baru Tuntas, ASII Lanjut Buyback Rp8 Triliun
:
0
Gedung menara Astra berdiri kukuh di Bilangan Sudirman, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Astra International (ASII) merealisasikan buyback senilai Rp810,7 miliar. Itu dengan menyerap maksimal 153.427.400 helai alias 153,42 juta eksemplar. Pembelian kembali saham dilakukan dengan harga rata-rata Rp5.283 per eksemplar.
Serapan buyback itu, berarti baru sekitar 40,50 persen dari total anggaran sejumlah Rp2 triliun. Belanja buyback sebanyak terserap periode 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Buyback dilakukan menyusul fluktuasi market begitu signifikan pada 13 Maret 2026.
Aksi pembelian kembali saham telah dilakukan sesuai ketentuan perundangan-undangan. Yaitu, jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan, dan disetor. Lalu, buyback tidak mengganggu jumlah saham free float 15 persen.
Selanjutnya, ASII akan kembali melakukan buyback maksimal Rp8 triliun. Tindakan itu, akan dilakukan dalam tempo 12 bulan usai mendapat restu investor. Izin pemodal akan diminta dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 17 Juli 2026.
Pada praktiknya, buyback akan dilakukan dengan memakai dana internal bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum. Sesuai regulasi, buyback tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham free float tidak akan berkurang dari 15 persen.
Tindakan buyback itu, sebagai bagian dari komitmen Astra untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, dan terus meningkatkan kerangka alokasi modal secara disiplin. Sehubungan dengan itu, pembelian kembali saham salah satu instrumen untuk mengoptimalkan alokasi modal dan mendukung imbal hasil bagi pemegang saham.
Tindakan korporasi itu, dilakukan dengan tetap menjaga fleksibilitas memadai untuk mendanai peluang pertumbuhan, dan mempertahankan posisi keuangan kuat. Astra berkeyakinan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan.
Pasalnya, Astra saat ini memiliki modal, dan arus kas cukup untuk membiayai buyback saham, dan membiayai kegiatan usaha. Pembelian kembali saham akan dilaksanakan terhitung sejak 20 Juli 2026 sampai dengan 16 Juli 2027. (*)
Related News
Arah Baru, GPSO Selaraskan Strategi Usai Akuisisi oleh Tjokro Group
Perkuat Pasar B2B, GULA Bidik Akuisisi Pabrik Gula di Sragen
Diversifikasi Bisnis, SOLA Patok Pendapatan 2026 Tumbuh 23,5 Persen
WINE Putuskan Penyaluran Dividen 24 Persen Laba
Dato’ Sri Tahir Divestasi Saham MPRO, Tambah Free Float?
Hari ini, MBMA Mulai Eksekusi Buyback Rp1,46 Triliun





