BATA Lego Aset, Cara Bertahan kala Kinerja Terus Memburuk
:
0
Para pekerja Sepatu Bata tampak antusias. Foto - Dok Metro TV
EmitenNews.com - Sepatu Bata (BATA) melego aset senilai Rp79 miliar. Tanah seluas 42.940 meter persegi (m2) beserta bangunan kurang lebih 19.077 m2 itu, berlokasi di Jalan Raya Cibening, Bungunsari, Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Aset tidak lancar itu, dijual kepada PT UTC Aerospace Systems Bandung Operations.
BATA melakukan transaksi penjualan aset sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki, dan mendukung likuiditas. Dengan dilaksanaan transaksi itu, perseroan akan menerima dana kas dari hasil penjualan aset yang dapat memperkuat likuiditas. Transaksi itu, juga akan berdampak pada komposisi aset, dan kondisi keuangan.
Berdasar pertimbangan itu, perseroan memandang pelaksanaan transaksi merupakan bagian dari langkah perseroan dalam mengoptimalkan pengelolaan aset, dan posisi keuangan. Penjualan aset di Purwakarta itu, merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan aset sebelumnya telah diklasifikasi sebagai aset tidak lancar untuk dijual.
Transaksi itu, diharap dapat mendukung likuiditas, dan kondisi keuangan perseroan. Penjualan aset dilakukan kepada pembeli tidak terafiliasi berdasar harga jual telah disepakati. Tindakan itu, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan aset, dan mendukung likuiditas sehingga dapat memberi tambahan kas bagi perseroan.
Kinerja Terus Memburuk
Sementara itu, per 30 September 2026, BATA boncos Rp61,33 miliar, bertambah dari episode sama tahun lalu Rp51,98 miliar. Penjualan bersih Rp234,26 miliar, turun tipis dari posisi sama tahun sebelumnya Rp236,93 miliar. Beban pokok penjualan Rp134,04 miliar, susut dari Rp146,89 miliar.
Laba kotor Rp100,22 miliar, melejit dari Rp90,04 miliar. Beban penjualan dan pemasaran Rp114,07 miliar, bertambah dari Rp100,63 miliar. Beban umum dan administrasi Rp48,58 miliar, bengkak dari Rp30,14 miliar. Rugi usaha Rp54,26 miliar, bertambah dari sebelumnya Rp44,18 miliar.
Total defisiensi modal Rp193,19 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp131,65 miliar. Defisit Rp214,53 miliar, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp153,19 miliar. Total liabilitas Rp450,13 miliar, naik dari Rp414,21 miliar. Jumlah aset Rp256,94 miliar, turun dari Rp282,55 miliar. (*)
Related News
Bebas Bayang-bayang Hary Tanoe, ini Kinerja IATA Kuartal III
Samator (AGII) Catat Kinerja Q3 Melonjak! Pendapatan dan Laba Naik
Moncer! Laba Phapros (PEHA) Melonjak 4 Kali Lipat di Kuartal III-2026
Sambut Akhir Tahun, MIDI Bagi Dividen Rp127 Miliar di Desember!
Seteru Abadi, ini Kinerja ACES vs MDIY Kuartal III
Bikin Gusar Malaysia, Emiten Peter Sondakh Jadwal Dividen Interim





