EmitenNews.com - Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menegaskan bahwa pemegang saham utama sekaligus pengendali perseroan akan mempertahankan posisinya. Pernyataan tersebut disampaikan sehubungan rencana akuisisi saham perseroan oleh entitas usaha Jhonlin Group.

Melalui keterbukaan informasi Jumat (25/9/2026), manajemen BYAN menjelaskan, jika rencana itu terealisasi, Dato Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low akan menguasai masing-masing 6,95 miliar saham setara 20,85% dan 3,79 miliar atau 11,39% kepemilikan.

Sementara, Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, melalui PT Jhonlin Baratama akan memiliki kurang lebih 10 miliar saham setara 30% kepemilikan setelah transaksi dipastikan rampung.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dato' Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham uyama dan pengendali perseroan," tulis manajemen perseroan dalam surat tanggapan atas pertanyaan Bursa yang diteken dua Direktur perseroan Alexander Ery Wibowo dan Alastair McLeod.

Lebih lanjut, manajemen BYAN mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapatkan informasi lebih dalam terkait harga transaksi, timeline penyelesaian, kondisi yang menyebabkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tidak berlaku lagi, serta dampak terhadap susunan pengurus perseroan jika transaksi terpenuhi.

"Saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik sesuai ketentuan yang berlaku serta dampak terhadap perdagangan saham perseroan," pungkas manajemen BYAN.