Bayar Utang, Bio Farma Suntik Modal Indofarma (INAF) Rp355 Miliar
:
0
EmitenNews.com - PT Indofarma (INAF) mendapat suntikan modal dari Bio Farma senilai Rp355 miliar. Dana tersebut untuk restrukturisasi utang kepada Bank Mandiri (BMRI), PT Indofarma Global Medika, dan kebutuhan modal kerja perseroan.
Pinjaman lunak itu dikenakan bunga 6,15 persen per tahun. Fasilitas tersebut berdurasi enam bulan sejak tanggal penandatanganan shareholder loan. Rincian ketentuan, dan syarat shareholder loan akan dituangkan dalam perjanjian shareholder loan setelah mendapat persetujuan direksi Bio Farma.
Nilai pinjaman itu, setara 69,84 persen dari ekuitas Indofarma per 31 Desember 2021 sejumlah Rp508,30 miliar. Transaksi material itu termasuk afiliasi karena Bio Farma memiliki 80,66 persen saham Indofarma.
Transaksi itu, dilatari karena perseroan memerlukan modal kerja untuk mendukung rencana kerja terutama dalam mendukung percepatan implementasi strategi fokus usaha bidang alat kesehatan. Itu sesuai program kerja Holding BUMN Farmasi sekaligus membantu upaya pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi Covid 19.
Nah, untuk memuluskan rencana itu, Indofarma akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan pada 31 Mei 2022. Agenda sidang adalah persetujuan penerimaan pinjaman dari pihak terafiliasi, dan memiliki nilai material sebagaimana POJK nomor 42/POJK.04/2022, dan nomor 17/POJK.04/202.
Sepanjang 2021, Indofarma mencetak rugi Rp37,58 miliar. Munukik 173,39 persen dari periode sama 2020 dengan laba bersih Rp27,58 miliar. Pendapatan Rp2,9 triliun, menanjak 70,50 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp1,7 triliun. Beban pokok melambung 87 persen menjadi Rp2,45 triliun dari edisi sama 2020 di level Rp1,31 triliun.
Jumlah liabilitas melejit 25 persen menjadi Rp1,5 triliun dari periode sama 2020 di kisaran Rp1,2 triliun. Total aset terkumpul Rp2,01 triliun, bertambah 17,54 persen dibanding edisi sama 2020 di level Rp1,71 triliun. (*)
Related News
Laba Bersih CBDK Semester I 2026 Lompati Full Year 2025
Penjualan Emiten Anthoni Salim Naik, Laba Bersihnya Turun Jadi Rp4,72T
MTEL Catat Pendapatan Rp4,69 Triliun, Transformasi Searah Danantara
Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun, Tumbuh 33 Persen
Partisipasi Minim, Iforte Perpanjang Masa VTO IBST hingga 3 September
Direktur Wira Global Solusi (WGSH) Ini Undur Diri, Efektif 31 Juli





