EmitenNews.com - Bank Central Asia (BBCA) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) digugat ke Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Pusat (Jakpus). Gugatan melawan hukum itu, terdaftar dengan nomor 116/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst pada Selasa, 21 Februari 2023. Penggugat atas nama Eko Darmayanto.
Berdasar Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, dalam gugatan itu, Eko memasukkan Otoritas Jasa (OJK) sebagai turut tergugat I, dan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) sebagai turut tergugat II.
Dalam petitumnya, Eko dengan kuasa hukum Ervan Susilo Adi Mamonto mendesak PN Jakpus mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad), memerintahkan kepada turut tergugat I untuk memberikan sanksi kepada tergugat I, dan tergugat II sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.
Selanjutnya, meminta hakim menghukum turut tergugat I, dan turut tergugat II untuk patuh terhadap putusan perkara a quo, menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun ada bantahan (verset), banding atau kasasi, menyatakan membebaskan penggugat dari kemungkinan gugatan balik dari para tergugat, dan menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara a quo. (*)
Related News
Penjualan Ekspor Moncer, DSFI Cetak Laba Melonjak 51 Persen di Q3 2026
GDK Siap Serap Saham Buyback DGIK hingga Akhir Desember 2026
Fundamental Membaik, Mengapa Saham GOTO Masih Tertekan?
Premi Tumbuh 49,7%, Oona Indonesia Masuk Top 7 Perusahaan Asuransi
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA
Arus Kas Operasi HAJJ Berbalik Positif Rp77,96M Pada Kuartal III 2026





