EmitenNews.com—Produsen laptop dalam negeri dengan brand Axioo, PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) sepanjang tahun 2022 melaporkan kinerja kurang sedap. Hal ini karena laba tahun berjalan Tera Data Indonusa (AXIO) ambles 33,44 persen sisa Rp89,93 miliar dibandingkan tahun sebelumnya di angka Rp135,13 miliar.


Meskipun perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp1,49 triliun atau hanya naik  tipis 1,76 persen dibandingkan pendapatan tahun 2021 yang terkumpul Rp1,45 triliun.

 

Tapi, kinerja keuangan AXIO harus menanggung beban pokok pendapatan Rp1,24 triliun sepanjang 2022 atau mengalami pembengkakan dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,18 triliun.

 

Merujuk data laporan keuangan AXIO yang dikutip, Senin (3/4/2023). Hal ini mengakibatkan laba kotor perseroan sudah terkikis persen menjadi Rp245,01 miliar dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya di angka Rp264,97 miliar.

 

Perseroan juga menanggung beban penjualan yang naik jadi Rp49,64 miliar dari Rp36,19 miliar. Beban umum dan administrasi naik jadi Rp51,70 miliar dari Rp36,94 miliar. Beban pendanaan naik jadi Rp19,99 miliar dari Rp12,39 miliar dan beban lain-lain bengkak ke angka Rp12,46 miliar dari Rp4,15 miliar.

 

Beratnya beban yang dipikul oleh perseroan membuat laba sebelum taksiran beban pajak sudah tergerus 35,23 persen tersisa Rp114,94 miliar sepanjang 2022. Jumlah ini jauh dibandingkan perolehan tahun sebelumnya di Rp177,46 miliar.

 

Sementara taksiran beban pajak AXIO di tahun 2022 senilai Rp25,01 miliar, turun 35,69 persen dari tahun 2021 sejumlah Rp38,89 miliar.

 

Hal ini mendorong laba per saham dasar AXIO turun ke angka 17 per saham dasar dari sebelumnya di angka 28 per saham dasar.

 

Untuk posisi aset Tera Data Indonusa (AXIO) per 31 Desember 2022 terkumpul Rp1,09 triliun atau naik signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya di angka Rp696,90 miliar.