EmitenNews.com - Dua inisiatif baru muncul pasca Bursa Efek Indonesia (BEI) bertemu dengan MSCI Inc pada Senin (19/10/2026) sore.

Pertama, tambahan keterangan terafiliasi dan tidak terafiliasi dalam publikasi nama pemegang saham 1%, dan mengeluarkan seluruh saham saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Melalui konferensi pers, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan komitmen untuk terus melanjtukan reformasi pasar modal.

Ia menyebut 4 inisiatif yang sudah diselesaikan sebelumnya, yaitu disclosure nama pemegang saham 1 persen, penyampaian daftar investor yang granular, peningkatan ketentuan free float, serta penghapusan harga minimum Rp50.

"Selain itu rekan-rekan media, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi di pasar modal," katanya.

Menanggapi itu, Senior Techincal Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai dua inisiatif tersebut menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas indeks.

Khususnya terkait mengeluarkan saham-saham HSC dari perhitungan IHSG.

Sebab menurut Nafan, kebijakan itu dapat membuat IHSG lebih merepresentasikan pergerakan saham-saham yang memiliki distribusi kepemilikan lebih luas dan likuiditas yang lebih sehat. Namun, dampaknya terhadap level indeks perlu dicermati secara proporsional.

“Mengingat saham HSC disebut menyumbang sekitar 18% terhadap pergerakan indeks, pengeluarannya dapat mengubah bobot dan karakter pergerakan IHSG secara signifikan,” kata Nafan kepada EmitenNews, Senin (19/10) petang.

Apabila saham-saham tersebut sebelumnya menjadi sumber tekanan jual, penghapusan dari perhitungan indeks berpotensi mengurangi tekanan aritmetis terhadap IHSG. Sebaliknya, apabila saham-saham tersebut sedang menguat, kontribusi positifnya juga tidak lagi tercermin dalam indeks.