BEI Gali Lagi Informasi Soal Calon Pengendali KOKA
:
0
Logo usaha KOKA
EmitenNews.com - PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi surat permintaan klarifikasi tambahan dari bursa tertanggal 29 Oktober 2025, terkait keterkaitan antara NLEM dan Liqin Group.
Dalam surat bernomor S-12322/BEI.PP1/10-2025, BEI meminta KOKA menjelaskan inkonsistensi tanggapan antara surat perseroan tertanggal 17 Oktober dan 27 Oktober 2025, khususnya mengenai status kepemilikan Liqin Group terhadap NLEM.
Direktur Utama PT Koka Indonesia Tbk, Gao Jing, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Liqin Group merupakan mitra bisnis NLEM, baik di China maupun di Indonesia. Namun, kepemilikan Liqin Group terhadap saham NLEM bersifat tidak langsung.
“Sepanjang pengetahuan Perseroan, kepemilikan Liqin Group terhadap saham NLEM adalah secara tidak langsung,” tulis Gao Jing.
KOKA menambahkan, hingga saat ini perusahaan dan NLEM baru menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bersifat non-legal binding. Sementara itu, pengajuan persetujuan perubahan pengendali dan lock-up saham yang diajukan kepada BEI dan OJK belum memperoleh persetujuan.
Oleh karena itu, KOKA belum dapat mengakses maupun mempublikasikan data legalitas NLEM secara penuh, termasuk hubungan struktur kepemilikan antara NLEM dan Liqin Group. “Langkah ini dilakukan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas manajemen.
Selain itu, KOKA juga menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham perseroan.
“Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material penting lainnya yang belum diungkapkan kepada masyarakat,” tulis manajemen.
Seperti diketahui PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) bakal diakuisisi oleh perusahaan asal Tiongkok, Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. (NLEM).
NLEM merupakan perusahaan berbasis di Ningbo, Zhejiang, Tiongkok, dengan modal disetor sekitar 50 juta yuan dan total aset lebih dari 800 juta yuan.
Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan kini menunggu persetujuan dari otoritas pasar modal.
Related News
Kuartal I, Performa Emiten Hary Tanoe (IATA) Berakhir Loyo
Mei Ceria, ITMG, ADRO, dan ADMR Bersiap Cairkan Dividen Jumbo
Melompat 100 Persen, INCO Tabulasi Laba USD43,61 Juta Kuartal I
Kuartal I, Laba dan Pendapatan Emiten Lo Kheng Hong (DILD) Jeblok
Kinerja Kuartal I Paten, Laba BKSL Meluber 4.014 Persen
Hari Ini Cum Date Dividen Jumbo, Ada ASII, GOOD, BTPN hingga TRISĀ





