BEI Layangkan Surat ke SQMI, Balasannya Tak Terduga!

Pekerja di tambang milik SQMI.
EmitenNews.com - Emiten Metal and Mineral Mining, Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) menjelaskan surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-01833/BEI.PP3/02-2025 mengenai terjadinya volatilitas transaksi efek.
Mohammad Noor Syahriel Corporate Secretary SQMI dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/2) menuturkan bahwa Manajemen Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perusahaan atau keputusan investasi investor sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Manajemen SQMI tidak mengetahui informasi /fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perusahaan dan kelangsungan hidup Perseroan.
Manajemen juga telah melaporkan kegiatan pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disebutkan di atas sebagimana telah disampaikan dalam Laporan Keterbukaan Informasi Pemegang Saham tertentu.
Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan mempengaruhi pencatatan saham perseroan di Bursa.
Mohammad Noor menegaskan bahwa pemegang saham utama akan mengumumkan setiap perubahan kepemilikan saham sebagaimana diatur didalam peraturan secara tepat waktu.
Perlu diketahui sebelumnya Wilton Resources Holdings Pte Ltd selakuk pengendali SQMI telah melego 750 juta saham pada 6 Februari 2025.
Transaksi penjualan perusahaan asal Singapura tersebuh terjadi dengan harga pelaksanaan Rp20 per saham. Nah, menyusul skema harga tersebut, sang pengendali perseroan itu, mendapat limpahan dana taktis senilai Rp15 miliar.
Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham Wilton Makmur dalam pangkuan Wilton Resources mengalami sedikit penyusutan. Tepatnya, menjadi 9,01 miliar eksemplar alias selevel dengan porsi kepemilikan 58,04 persen.
Mengalami reduksi 4,83 persen dari episode sebelum transaksi dengan koleksi 9,76 miliar lembar. Tabulasi saham sebbelum transaksi itu selevel dengan 62,87 persen. ”Transaksi untuk kepentingan collateral agreement,” tukas Wijaya Lawrence, Direktur Wilton Resources Hildings.
Related News

Terang Dunia Internusa (UNTD) Catat Terjadi Penurunan Penjualan Neto

BEI Ungkap Penerapan Short Selling Bulan Depan

Imbas Demo, BNI Tutup Sementara 4 Kantor Cabang di Jakarta

Sentra Investa Buang Satu Juta Saham BMBL di FCA, Buat Apa?

Bos Bank KB (BBKP) Lepas 11,9 Juta Saham Harga Atas

IMAS Grup Salim Umumkan Caplok 99,98 Persen Saham Nissan Motor