EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) makin getol menindak saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BEI memperluas cakupan kajian HSC lewat price impact ratio hingga menyasar emiten dengan kapitalisasi pasar Rp5 triliun.

Langkah ini merupakan perluasan penindakan lanjutan saham-saham yang teridentifikasi hanya dikuasai oleh segelintir investor saja. Sebelumnya, metodologi HSC berbasis price impact ratio hanya menyasar saham dengan kapitalisasi pasar minimal Rp10 triliun.

“Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas,” dikutip dari keterangan resmi BEI, Minggu (11/10/2026).

Perluasan itu menjadi bagian dari upaya otoritas bursa untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar sembari memperkuat perlindungan investor.

Sejauh ini, BEI telah mengantongi 63 saham yang terindikasi HSC dengan konsentrasi kepemilikan di atas 90%. Puncaknya, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatat konsentrasi tertinggi 99,99%.

Berikut daftar lengkap 63 saham HSC beserta dengan tingkat persentase saham terkonsentrasi:

1. MPRO 99,99%

2. DCII 99,96%

3. BBSI 99,95%

4. BSWD 99,95%