BEI: Pasar Boleh Turun, Tapi Jangan Karena Ketakutan & Ketidakpastian
:
0
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoal kebijakan mendadak terkait penyesuaian Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7%. Hal tersebut bukan untuk menahan koreksi pasar, melainkan untuk memastikan investor tidak mengambil keputusan dalam kondisi panik dan penuh ketidakpastian pasca pengumuman MSCI.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pengumuman MSCI yang menempatkan Indonesia dalam konsultasi perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada Jumat subuh (16/10/2026) merupakan sesuatu yang tidak terduga.
"Apa yang kita lihat di hari Jumat itu adalah sesuatu yang unexpected (tak terduga). Sesuatu yang unexpected tentu akan menimbulkan ketidakpastian," ujar Jeffrey dalam doorstop di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Jeffrey menjelaskan, BEI sebagai penyelenggara perdagangan harus menjaga agar perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien. Karena itu, BEI mengambil kebijakan menyesuaikan ARB menjadi 7%.
"Kami tentu untuk menjaga perdagangan yang teratur wajar dan efisien, tidak bisa membiarkan investor kita untuk mengambil keputusan investasi di dalam kondisi ketidakpastian yang begitu tinggi, apalagi mengambil keputusan dalam kondisi kebingungan dan ketakutan," katanya.
Ia menegaskan, pasar tetap boleh terkoreksi selama melalui mekanisme yang baik.
"Pasar boleh saja turun, tetapi itu harus melalui mekanisme yang baik di pasar. Artinya memang berdasarkan pertimbangan informasi yang simetris kepada seluruh investor, sehingga investor bisa mengambil keputusan investasi dengan baik," tutur Jeffrey.
Menurutnya, kebijakan ARB 7% yang diterapkan pada perdagangan hari ini cukup efektif meredam kepanikan. Dari pantauan sesi I, IHSG turun sekitar 5%, tidak menyentuh batas ARB 7%.
"Untuk mencegah investor mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, ketakutan, kepanikan, makanya hari ini kami mengambil kebijakan untuk menyesuaikan auto rejection bawah menjadi 7%. Kami tahu itu bukan sesuatu yang umum dilakukan tetapi tujuan kami yang tadi itu," kata Jeffrey.
"Supaya investor tidak mengambil keputusan di dalam ketidakpastian yang sangat tinggi, kebingungan apalagi ketakutan," lanjutnya.
Related News
BEI Temui MSCI, Ada 2 Inisiatif Baru: Hapus Saham HSC dari IHSG
BEI Ungkap Investor Global Juga Kaget MSCI Wacanakan IDX di Standalone
Isu MSCI, Bos BEI Imbau Fund Institusi Domestik Ramaikan Bursa
Usai Dialog Strategis, BEI–OJK Akan Minta Klarifikasi MSCI Sore Ini
BEI Tetapkan ARB 7 Persen
BEI Tegaskan Fundamental dan Integritas Pasar Ditengah Dinamika MSCI





