BEI Soroti 4 Saham Terbang
:
0
Siluet interior dan pengunjung di Bursa IDX Stock Exchange, Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan peringatan Unusual Market Activity (UMA) terhadap empat saham yang menunjukkan pergerakan harga tidak biasa.
Keempat saham tersebut adalah PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE), PT Asuransi Bintang Tbk. (ASBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan PT Jaya Agra Wattie Tbk. (JAWA).
Saham CBRE menjadi sorotan utama setelah mencatat lonjakan spektakuler sebesar 235,71% dalam sebulan terakhir, dari Rp28 melonjak ke Rp94. Menariknya, meski telah masuk daftar UMA, saham ini masih melanjutkan reli dengan naik 9,30% pada sesi perdagangan Senin (16/6).
Tak kalah heboh, saham JAWA juga mencatatkan pergerakan tajam. Hanya dalam 13 menit setelah pasar dibuka, harga sahamnya melesat 24,87% dari Rp189 menjadi Rp236, tepat pukul 09.13 WIB.
Sementara itu, saham emiten BUMN baja KRAS mengalami koreksi 4,63% ke level Rp206 hanya dalam empat menit awal sesi I. Namun secara year-on-year, saham KRAS tetap mencetak performa impresif dengan kenaikan 156,79% dari Rp81 dalam setahun terakhir.
Berbeda dengan lainnya, ASBI justru mengalami tekanan jual setelah pengumuman UMA. Saham asuransi ini terkoreksi 12,82% ke Rp510. Meski begitu, ASBI masih membukukan kenaikan bulanan sebesar 22%.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan pelanggaran terhadap peraturan pasar modal.
Pengumuman UMA ini dikeluarkan sebagai pengingat bagi investor agar lebih cermat terhadap informasi terbuka, serta memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/6).
BEI juga mengimbau agar investor memperhatikan jawaban resmi perusahaan terhadap permintaan konfirmasi bursa serta mempertimbangkan aspek fundamental dan teknikal sebelum melakukan transaksi.
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





