BFIN Cetak Laba Rp1,5 Triliun Pada 2025, NPF Terjaga di Bawah 2 Persen
:
0
BFI Finance cetak kinerja solid di 2025
EmitenNews.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance mencatatkan kinerja keuangan yang stabil sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan pembiayaan tersebut membukukan total pendapatan sebesar Rp6,7 triliun, meningkat 6,5% dibandingkan tahun 2024.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,581 triliun atau tumbuh sekitar 1,0% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Presiden Direktur BFIN, Sutadi, mengatakan bahwa stabilitas kinerja perusahaan tidak terlepas dari pengelolaan manajemen risiko yang disiplin sehingga kualitas aset tetap terjaga.
“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio Non-Performing Financing (NPF) perseroan masih terjaga di bawah 2%. Hingga 31 Desember 2025, NPF bruto tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22%.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2025 mencatat NPF bruto sebesar 2,51% dan NPF neto 0,77%.
Sejumlah rasio keuangan utama BFI Finance juga menunjukkan kinerja yang solid. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9%, sedangkan Return on Equity (ROE) berada di level 14,8%. Sementara itu, gearing ratio perseroan berada di posisi 1,3 kali.
Di sisi neraca, total aset BFI Finance hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp25,5 triliun atau meningkat 1,4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh peningkatan managed receivables yang naik 8,9% yoy menjadi Rp26,3 triliun. Perseroan juga mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun sepanjang 2025, meningkat 9,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun komposisi piutang yang dikelola BFI Finance masih didominasi oleh pembiayaan produktif. Pembiayaan modal kerja menyumbang porsi terbesar yakni 57,3%, diikuti pembiayaan investasi sebesar 17,6%.
Related News
Untuk Modal Kerja, PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6T dari BRI dan BMRI
Pemegang Saham Terbesar PEGE Kurangi Kepemilikan, Raup Rp29,64 Miliar
Bina Buana Raya (BBRM) Tambah Armada, Beli Kapal AHTS USD12,1 Juta
DMS Propertindo (KOTA) dan CLIEC Mulai Eksekusi Urbana Hub di Surabaya
Net Sell Rp677,4 Miliar di Sesi I, Asing Kembali Seret IHSG di Sesi II
GGRM Kini Mandiri Kelola Bandara Dhoho Kediri, Ini Tahapan Transisinya





