EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mix cenderung menguat. Itu didorong ekspektasi pasar sesuai keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.014, dan resisten 7.070,” tutur Dian Ayu, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Jumat (18/11).
Secara teknikal, Indeks membentuk bullish hanging man namun volume beli masih di bawah rata-rata. Sedang stochastic telah membentuk death cross. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain AMAR, PANI, ASSA, MPPA, PNIN, BBRI, FILM, dan BFIN.
Pada perdagangan kemarin, Indeks surplus 0,44 persen menjadi 7.044,98. Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya financial naik 1,03 persen, energy surplus 0,48 persen, dan industrial menguat 0,45 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp179,59 miliar. Saham paling banyak dijual asing antara lain BMRI, TLKM, PNLF, AKRA, dan ADMR.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak melemah. Rilis data housing starts Oktober turun namun masih di atas ekspektasi pasar menjadi 1,43 unit. Sedang data Initial Jobless Claim turun tipis menjadi 222 ribu dari periode sebelumnya 226 ribu.
Pagi ini, bursa Asia bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 minus 0,35 persen, dan Kospi melemah 1,39 persen. Pagi ini, Jepang merilis data inflasi Oktober kembali naik menjadi 3,7 persen secara tahunan diikuti inflasi inti naik 3,6 persen YoY. (*)
Related News
IHSG Tertekan Sentimen Watchlist S&P DJI, Anjlok 1,35% ke 5.905
IDX Masuk Radar S&P DJI, Nasib di Emerging Ditentukan Setahun ke Depan
Selat Hormuz Tegang, IHSG Lanjut Melejit
Proyeksi IHSG Hari Ini, Ruang Penguatan Masih Terbuka
Korea Perpanjang Gratis Biaya Visa Grup Wisatawan Indonesia
IHSG Mixed, Investor Cermati Defisit APBN





